Lawan Tawuran dengan Fun Run, 1.000 Warga dan Pelajar Semarang Utara Turun ke Jalan

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Seribuan warga dan pelajar Semarang Utara turun ke jalan. Mereka berlari, meneriakkan yel-yel, sekaligus mendeklarasikan perang terhadap tawuran di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (4/10) pagi. (DOKUMEN SEMARANG UTARA(

Seribuan warga dan pelajar Semarang Utara turun ke jalan. Mereka berlari, meneriakkan yel-yel, sekaligus mendeklarasikan perang terhadap tawuran di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (4/10) pagi. (DOKUMEN SEMARANG UTARA)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tawuran dilawan dengan cara berbeda. Seribuan warga dan pelajar Semarang Utara turun ke jalan. Mereka berlari, meneriakkan yel-yel, sekaligus mendeklarasikan perang terhadap tawuran di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (4/10) pagi.

Sekitar 1.000 peserta mengikuti Semut Fun Run yang digelar Karang Taruna Kecamatan Semarang Utara bersama LPMK. Kegiatan dimulai pukul 05.30. Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih memimpin deklarasi anti tawuran bersama jajaran Forkopimcam.

Deklarasi diikuti seluruh peserta. Mereka kemudian membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen. Pesannya jelas. Anak muda diajak menjauhi kekerasan dan mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.

Siwi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi upaya mengubah pandangan terhadap pemuda Semarang Utara. “Kami ingin menghapus stigma negatif terhadap pemuda. Energi mereka harus diarahkan ke kegiatan positif, produktif, dan bermanfaat,” ujarnya saat ditemui Selasa (6/10) pagi.

Menurutnya, tawuran tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan keamanan. Remaja dan pelajar juga membutuhkan ruang untuk menyalurkan energi serta kreativitas. “Mereka perlu ruang untuk bergerak, berkarya, dan berprestasi,” katanya.

Baca Juga: Api TPA Jatibarang Mereda, Dapur Umum Bambankerep Tetap Mengepul: 1.200 Bungkus Makanan Dikirim Sehari

Semut Fun Run menjadi salah satu ruang tersebut. Peserta menempuh lintasan sekitar dua kilometer. Start dari Sleko Kota Lama, kemudian melewati Jalan Mpu Tantular, Jembatan Kalibaru Bandarharjo, Lodan, Boom Lama, Layur, Kampung Melayu, Jembatan Mberok, dan kembali ke Sleko.

Kegiatan tidak berhenti pada lari. Ada lomba yel-yel anti tawuran dan Best Vlog. Peserta juga memperebutkan hadiah jutaan rupiah. Tiga pelari tercepat dan tiga pemenang Best Vlog mendapat penghargaan.

Kampanye lingkungan turut diselipkan. Sebanyak 26 bank sampah di Semarang Utara mengikuti lomba kostum pilah sampah. Peserta berkreasi menggunakan berbagai bahan yang berkaitan dengan pemilahan dan pengelolaan sampah.

Baginya, kegiatan tersebut menjadi cara lain mencegah tawuran. Anak muda tidak hanya diberi imbauan. Mereka harus diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan. 

Seribuan warga dan pelajar Semarang Utara turun ke jalan. Mereka berlari, meneriakkan yel-yel, sekaligus mendeklarasikan perang terhadap tawuran di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (4/10) pagi. (DOKUMEN SEMARANG UTARA)
Seribuan warga dan pelajar Semarang Utara turun ke jalan. Mereka berlari, meneriakkan yel-yel, sekaligus mendeklarasikan perang terhadap tawuran di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (4/10) pagi. (DOKUMEN SEMARANG UTARA)

 

“Daripada energi mereka digunakan untuk tawuran yang merugikan diri sendiri dan masa depan, lebih baik disalurkan untuk olahraga, berkarya, peduli lingkungan, dan berprestasi,” tandasnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
Semarang Utara PEDULI LINGKUNGAN Kota Lama TAWURAN Kegiatan Positif