Asap Kebakaran TPA Jatibarang Kepung Jalur Barat Semarang, Pengendara Mulai Terganggu

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:14 WIB
Asap kebakaran TPA Jatibarang mengepung jalur Barat Semarang. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Asap kebakaran TPA Jatibarang mengepung jalur Barat Semarang. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang– Asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang tak hanya mengganggu warga di sekitar lokasi. Kepulan asap dan bau sangit menyebar hingga sejumlah ruas jalan di wilayah barat Kota Semarang. Kondisi tersebut mulai mengganggu pengendara yang melintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (1/10) sekitar pukul 07.00, asap tipis sudah tercium di Jalan Siliwangi, kawasan Kalibanteng. Bau bakaran sampah cukup menyengat. Pandangan pengendara di jalan juga terlihat sedikit kabur.

Memasuki kawasan Samsat III Krapyak, kondisi serupa masih terasa. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengenakan masker. Beberapa lainnya tampak mengucek mata saat melintas di tengah kepulan asap.

Asap dan bau sangit terus terasa hingga Jalan Gatot Subroto. Di sekitar lampu merah depan Pengadilan Negeri Semarang, keluhan pengendara mulai terdengar.

Baca Juga: TPA Jatibarang Terbakar Lagi, Limbah Baterai dan Botol Parfum Diduga Jadi Pemicu

"Asapnya banyak," ujar Budi, salah seorang pengendara sepeda motor.

Gangguan serupa juga dirasakan pengendara yang melintas menuju Jalan Untung Suropati. Tepat di depan SMA Negeri 7 Semarang, seorang pengendara bahkan turun dari sepeda motornya untuk mengenakan masker.

"Pandangan saya terganggu dan mengganggu pernapasan," ujar Ahmad Zain.

Dampak asap kebakaran TPA Jatibarang ternyata dirasakan cukup luas. Warga Bambankerep, Kecamatan Mijen, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi, mengaku sudah melihat kobaran api sejak Rabu (30/9) malam.

Ana, warga RT 6/RW 4 Kedungpane, Mijen, mengatakan api mulai terlihat sekitar Rabu (30/9) pukul 18.30. Warga langsung bergegas mengecek kondisi sekitar, terutama kandang sapi yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

"Warga pada bingung. Kami lihat sampai agak padam. Sampai sekitar jam 11 malam," katanya.

Menurut Ana, kondisi semakin terasa ketika angin bertiup. Hawa di sekitar rumah menjadi panas. Asap juga langsung menyebar ke permukiman.

"Kalau ada angin, asapnya langsung menyebar. Hawanya panas dan tidak enak," ungkapnya.

Hingga Kamis pagi, kondisi belum sepenuhnya pulih. Dari rumah warga, kobaran api masih terlihat di sejumlah titik yang diduga mengeluarkan gas. Sementara kawasan TPA masih tertutup kepulan asap.

Aktivitas warga di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Para pencari rosok untuk sementara tidak diperbolehkan beraktivitas di area TPA. Warga pun diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Baca Juga: Kebakaran TPA Jatibarang Meluas Capai 10 Hektare, Kabut Asap Mulai Menyebar

"Baunya seperti ada yang terbakar. Kalau kesehatan dipentingkan, ya harus pakai masker," ujar Ana.

Perempuan yang telah 42 tahun tinggal di Bambankerep itu menyebut kebakaran besar serupa pernah terjadi sekitar tiga tahun lalu. Namun, menurutnya, kebakaran kali ini terasa lebih besar karena api dan asap menyebar lebih luas.

"Yang besar berarti dua kali ini, tahun 2023 dan 2026. Yang sekarang paling besar," katanya.

Ana juga khawatir asap kembali mengganggu aktivitas anak-anak di sekolah. Sebab, ketika angin bertiup ke arah permukiman, asap bisa bergerak hingga kawasan sekolah.

"Kalau ada angin, asapnya bisa sampai ke sekolah. Dulu sekolah pernah dipulangkan mendadak karena kondisi seperti ini," jelasnya.

Sebaran asap juga dirasakan warga di wilayah lain. Bau sangit dilaporkan sampai Pasar Mangkang, Jerakah hingga sebagian wilayah Tugu. Warga yang beraktivitas di Jalan Walisongo pun ikut mencium bau bakaran sampah.

"Asapnya sampai Tugu. Di Jalan Walisongo ini juga terdampak, sangit semua," ujar Adi, warga Jerakah, Kecamatan Tugu.

Bagi warga sekitar, kebakaran TPA Jatibarang bukan sekadar persoalan api yang harus segera dipadamkan. Kepulan asap yang menyebar membuat aktivitas harian ikut terganggu, terutama ketika arah angin membawa asap menuju permukiman dan sekolah.

Ana berharap kondisi tersebut segera tertangani. Warga tidak ingin kejadian serupa terus berulang dan kembali mengganggu kehidupan sehari-hari.

"Kalau kejadian seperti ini terus, kasihan warga. Aktivitasnya terganggu. Anak-anak juga kasihan," pungkasnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
kebakaran tpa Jatibarang asap Jatibarang asap kebakaran Semarang TPA Jatibarang kebakaran semarang