RADARSEMARANG.ID, Semarang - Konflik atau penolakan yang kerap terjadi di tempat pemakaman umum (TPU), karena perbedaan agama dipastikan tidak akan lagi terjadi di Kota Semarang. Pasalnya Kota Lunpia kini memiliki TPU Pancasila, yang diperuntukkan bagi warga lintas agama ketika meninggal dunia.
TPU ini berada di Kampung Malon, Gunungpati dengan rencana luasan lahan total sekitar 12 hektar sumbangan atau coporate sosial responsibility dari DPD REI Jateng.
Pada tahap awal ini baru sekitar 8 hektar yang diserahkan, dan telah di resmikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Minggu (20/9) petang.
"Tanahnya CSR dari REI, ini baru 8 hektar, dari total luasan sekitar 12 hektar. Sisanya menyusul," kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Baca Juga: Diduga Hendak Dijual, Beruk Diamankan dari Lapak Pasar Hewan Karimata Semarang
Agustina menerangkan jika TPU ini adalah gagasan cukup lama, dimana area pemakaman lintas agama, yakni Islam, Khatolik, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hu Chu, serta penghayat kepercayaan berada dalam satu kawasan.
"Nanti ada batas atau klaster, bagi semua agama. Yang terpenting ini tidak menggunakan APBD, tapi wujud gotong royong dari berbagai perusahaan," tuturnya.
Dia menerangkan, di kawasan TPU juga dilakukan penanaman aneka jenis pohon yang juga merupakan sumbangan dari berbagai pihak.
Nantinya pohon akan disimpan di Kebun Bibit milik Disperkim, yang nantinya akan disebar di 16 kecamatan.
Para pengusaha kata dia, juga memberikan bantuan dalam bentuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pemkot sendiri tahun ini menargetkan ada 2.500 rumah yang bisa diperbaiki dan mendapatkan bantuan.
"Kalau tahun ini bisa selesai, tahun depan jumlahnya tentu berkurang. Selama saya menjadi Wali Kota, kita fokus kesana agar rumah di Semarang bisa layak huni," tuturnya.
Setelah peresmian, Agustina meminta Disperkim untuk segera melakukan denah dan klasterisasi makam.
Menurut dia, kebutuhan setiap agama dalam makam berbeda, karena memiliki cara yang berbeda pula dalam memakamkan jenazah.
"Kalau penggunaannya segera ya, Disperkim kita minta untuk segera membuat denah. Nanti muslim blok sendiri, Kristen Khatolik sendiri, Hindu, Budha sendiri, Kong Hu Chu juga sendiri termasuk penghayat kepercayaan," tambah dia.
Baca Juga: Tak Terima Sudewo Dituntut 8,5 Tahun, Massa Kepung Jaksa KPK
Menurut dia, dengan adanya TPU Pancasila akan memudahkan akses setiap pemeluk agama ketika membutuhkan lahan pemakaman.
Pasalnya masih ada beberapa makam di Semarang yang hanya dikhususkan agama tertentu.
"Pokoknya disini bisa masuk, termasuk penghayat kepercayaan. Bisa dibilang memudahkan akses semua agama," pungkasnya.
Terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Kota Semarang, Mustam Aji menerangkan jika penolakan pada agama tertentu pernah terjadi di Ibu Kota Jateng, dengan adanya TPU Pancasila ini, menjadi jalan keluar konflik yang pernah ada.
"Penolakan pernah ada, dengan adanya TPU ini semua pemeluk agama bisa masuk dan menjadi jalan keluar," tambahnya.
Dia mencontohkan penganut penghayat kepercayaan kerap kesulitan mendapatkan area pemakaman. Di Semarang sendiri aliran ini beranggotakan ribuan orang, tapi yang memiliki KTP resmi baru sekitar 441 orang.
"Sehingga mereka juga kesulitan, dengan adanya TPU, kedepannya tidak lagi ada masalah, karena sudah ada lahan sendiri-sendiri, kedepannya harapan kami tidak ada lagi penolakan atau Konflik," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi