RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan pohon tabebuya di Jalan Madukoro, Semarang bermekaran.
Aneka bunga berwarna pink, kuning dan putih, terlihat mencolok di sela-sela hijaunya pepohonan.
Tak jarang jika terkena angin bunga rontok, seolah-olah berubah menjadi lanskap musim semi di Negeri Sakura.
Fenomena ini pun kerap menjadi tempat swafoto warga yang melintas, ataupun sekedar mengabadikan gambar.
Amaliyah misalnya, wanita berusia 35 tahun ini nampak asik mengabadikan video di Jalan Madukoro. Warga Ngaliyan ini kebetulan melintas disela kesibukannya.
Baca Juga: Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Selfie, Nasib Pendaki 16 Tahun Asal Brebes Belum Diketahui
Menurut dia, aneka warna bunga tabebuya ini memberikan warna baru bagi wajah Kota Semarang.
"Unik aja, kan setahun sekali ya ini berbunga jadi saya buat video, karena bagus dan indah," kata Amaliyah, Selasa (18/8).
Keberadaan bunga tabebuya di Jalan Madukoro merupakan bagian dari program penghijauan Kota Semarang pada tahun 2022-2023, dengan dukungan dari sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Dari data yang ada, terdapat sekitar 9.000 pohon yang ditanam melalui program tersebut.
Jenisnya selain tabebuya, ada juga pohon pule, asam, hingga trembesi yang disebar di sejumlah kawasan Kota Semarang, termasuk di jalan protokol.
"Pesebaran bunga tabebuya ada di Kaligarang, Wahidin, Pamularsih dan sepanjang Jalan Banjir Kanal Barat. Ke depan kami akan tanam juga di sepanjang Banjir Kanal Timur," ujar Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Pipie sapaannya, menjelaskan bunga tabebuya menjadi salah satu tanaman yang cukup mudah dikembangkan di Kota Semarang.
Pohon tersebut justru cenderung lebih mudah berbunga ketika mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.
Baca Juga: Xenia Terbakar di Kampung Kali Semarang Usai Isi 6 Galon Pertalite, Pengemudi Malah Kabur
"Perawatan bunga tabebuya itu paling gampang. Semakin panas semakin dia tumbuh dan semakin berbunga. Kalau tidak panas malah tidak berbunga, seperti bougenville," imbuhnya.
Ke depannya, Pemkot Semarang sedang mengkaji penanaman pohon dilakukan dengan jenis yang seragam di sudut-sudut kota. Setiap pohon yang ditanam akan disesuikan dengan mempertimbangkan karakter wilayah.
Pipie mencontohkan di wilayah Semarang Utara yang memiliki persoalan rob membutuhkan jenis tanaman yang lebih tahan terhadap air asin. Ketapang kencana menjadi salah satu jenis yang dipertimbangkan untuk kawasan tersebut.
"Program Bu Agustina, akan Ada penanaman 1.000 pohon. Konsepnya, setiap wilayah akan memiliki tema sendiri untuk jenis tanamannya. Misalnya di Jalan Gajah Mada, Pemuda, dan Pandanaran itu jenis tanamannya apa sedang kami kaji," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi