PLN Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lewat Program TJSL Kampung Minapolitan Siroto Sambut Hari Kemerdekaan RI

Ida Nor Layla • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:14 WIB
PROGRAM LINGKUNGAN : PT PLN UIT JBT menghadirkan Program TJSL, melalui pengembangan Kampung Minapolitan Siroto, berbasis perikanan dan pertanian berkelanjutan yang mengedepankan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
PROGRAM LINGKUNGAN : PT PLN UIT JBT menghadirkan Program TJSL, melalui pengembangan Kampung Minapolitan Siroto, berbasis perikanan dan pertanian berkelanjutan yang mengedepankan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satu wujud komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Kampung Minapolitan Siroto, sebuah kawasan berbasis perikanan dan pertanian berkelanjutan yang mengedepankan inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan.

Program ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah di wilayah sekitar aset ketenagalistrikan.

Tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan dan pertanian, program ini juga mengintegrasikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

PLN meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari keandalan pasokan listrik, tetapi juga dari kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui Program TJSL Kampung Minapolitan Siroto, PLN ingin menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang mampu memperkuat ekonomi lokal, mendorong inovasi berbasis teknologi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Semangat inilah yang ingin kami hadirkan dalam memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni tumbuh dan maju bersama masyarakat menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan," terang General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Amiruddin.

Sebagai perusahaan yang tidak hanya berperan menyediakan listrik andal, PLN juga berkomitmen menjadi mitra pembangunan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Pengembangan Kampung Minapolitan Siroto melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Perikanan Kota Semarang, Kecamatan Gunungpati, Kelurahan Gunungpati, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Yayasan Akar Banir Indonesia, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Lancar, serta Kelompok Tani Subur Makmur Siroto.

Manager PLN UPT Semarang, Achmad Ridwan, menjelaskan bahwa Program TJSL Kampung Minapolitan Siroto merupakan bentuk nyata kehadiran PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah yang berada di sekitar jalur transmisi atau right of way (ROW).

Momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan upaya membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Melalui Program TJSL ini, PLN ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah.

“Kampung Siroto memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kawasan produktif yang mengintegrasikan sektor perikanan, pertanian, dan pelestarian lingkungan," ujar Achmad.

Program pengembangan Kampung Minapolitan Siroto dirancang secara bertahap selama tiga tahun yang meliputi fase rintisan, pengembangan, dan keberlanjutan.

Pada tahun pertama, intervensi difokuskan pada penerapan smart climate aquaculture berbasis Internet of Things (IoT), reaktivasi kolam budidaya yang tidak produktif, perlindungan mata air di bawah koridor Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), serta pembangunan Pusat Pembelajaran Minapolitan sebagai sarana peningkatan kapasitas masyarakat.

Melalui Program TJSL ini, PLN menempatkan Pokdakan Mina Lancar sebagai penggerak utama program, didukung pemilik lahan di sekitar kawasan mata air dan koridor SUTET serta sinergi bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai mitra strategis.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem budidaya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim, memanfaatkan teknologi, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

Program ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan ekonomi pembudidaya ikan, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi budidaya berbasis IoT, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui perlindungan mata air dan pengembangan budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Ke depan, PLN berharap Kampung Minapolitan Siroto dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu direplikasi di berbagai wilayah.

Melalui Program TJSL, PLN terus memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan yang menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat, sejalan dengan semangat kemerdekaan untuk membangun Indonesia yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (*)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : PLN UIT JBT
Kampung Minapolitan Siroto pelestarian lingkungan pln uit jbt KOTA SEMARANG program tjsl pln