RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penurunan muka air tanah di Kota Semarang saat ini kian parah. Hal ini membuat PDAM Tirta Moedal berkomitmen meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi internasional dengan operator air minum asal Belanda dengan program Waterworx.
Dengan menggandeng Belanda PDAM melakukan kunjungan ke kawasan Kebonharjo, Semarang Utara, untuk memverifikasi capaian program kerja sama yang telah berjalan.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, menjelaskan bahwa wilayah Kebonharjo sengaja dipilih karena menjadi salah satu daerah yang pelayanannya paling terdampak oleh penurunan muka air tanah. Selain itu, proyek ini difokuskan untuk menekan tingkat kebocoran air.
"Di Kebonharjo ini kita sudah merehab beberapa pipa jaringan yang tertanam akibat penurunan muka air tanah, dan juga melakukan pemasangan sambungan baru. Jadi jaringan yang lama kita repair ke baru," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (30/6).
Baca Juga: Meteran Air di Jalan Diponegoro Salatiga Digasak Maling, PDAM Minta Warga Pasang Gembok Pengaman
Wawan sapaannya menjelaskan, sebelumnya di wilayah Semarang Utara, warga menggunakan saluran PDAM. Namun banyak yang beralih karena kualitas dan pelayanan kurang optimal. PDAM pun telah melakukan rehabilitasi saluran pipa.
"Setelah kita rehab pipanya, sekarang mantan pelanggan banyak yang menyambung kembali, dan ada juga pelanggan yang baru pasang. Kita menyentuh kurang lebih 500 titik atau pelanggan yang kita lakukan repair. Pipa yang dulu tertanam sedalam 2-3 meter sekarang kita ganti sesuai dengan standar galian yang tepat," imbuhnya.
Wawan menambahkan, berdasarkan verifikasi langsung kepada warga setempat, pasca-perbaikan ini aliran air kini telah lancar dan mengalir selama 24 jam penuh.
"Debit air sebenarnya tidak berubah, hanya saja sekarang jauh lebih lancar karena sudah tidak ada kebocoran lagi," tegasnya.
Dia menerangkan, keberhasilan proyek di Kebonharjo ini rencananya akan diduplikasi ke berbagai wilayah lain di Kota Semarang.
Program ini merupakan kolaborasi pembiayaan bersama, yang bersumber dari dukungan finansial pihak Belanda, PDAM Tirta Moedal, serta Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari Pemkot Semarang.
"Nanti kita akan replikasi di beberapa daerah sehingga tingkat kebocoran PDAM yang saat ini masih berada di kisaran 40 persen bisa kita turunkan hingga tingkat maksimal,"jelasnya.
Proyek kolaborasi ini sendiri telah memasuki fase kedua dan akan segera dilanjutkan ke tahap berikutnya dalam waktu dekat.
"Ini sudah berjalan fase kedua, dan fase ketiga akan kita mulai tahun ini juga," pungkasnya.
Baca Juga: Mau Hemat BBM? Ini 4 Mobil Irit yang Cocok Pakai Pertalite Setelah Harga Pertamax Naik
Sementara itu, Project Manager WaterWorx, Mr. Thomas De Jong, mengungkapkan bahwa kemitraan antardua operator air minum ini sejatinya telah terjalin erat sejak tahun 2019.
"Kami operator dari Belanda bekerja sama dengan operator air di sini (PDAM Tirta Moedal). Tujuan utama kami adalah meningkatkan dan memperluas akses masyarakat terhadap air minum yang layak," kata Thomas.
Thomas membenarkan bahwa pemilihan wilayah Kebonharjo didasari atas dampak penurunan muka tanah yang cukup masif di daerah tersebut.
Hal itu diperparah oleh kebiasaan warga yang masih bergantung pada air sumur dalam karena layanan PDAM terdahulu memiliki tekanan yang kecil dan kualitas yang kurang baik.
"Melalui proyek ini, kami bersama PDAM melakukan rehabilitasi sistem secara penuh (full rehab system). Hampir semua warga di sini sekarang sudah memasang sistem ini, sehingga mereka tidak perlu lagi menggunakan air bawah tanah," jelas Thomas.
Tak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur jaringan pipa di lapangan, Thomas menambahkan bahwa kerja sama ini juga menyasar pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kerja sama ini berjalan sangat bagus. Kami tidak hanya mengerjakan proyek fisik di sini dan beberapa tempat lain, tetapi kami juga memberikan pelatihan intensif untuk staf PDAM guna meningkatkan keahlian (skill) mereka," tutupnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi