RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aksi ugal-ugalan dan lepas tanggung jawab di jalan raya kembali memakan korban.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua mobil dan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Semarang Selatan, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Akibat peristiwa tragis ini, tujuh orang terluka parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit, sementara pengemudi yang menjadi biang kerok justru menghilang tanpa jejak.
Petaka ini bermula saat sebuah mobil Hyundai Santa Fe bernomor polisi B 2543 AIC melaju kencang dari arah timur ke barat. Alih-alih berkendara dengan aman, mobil mewah tersebut menabrak seorang pemotor di depan SMA Muhammadiyah.
Bukannya berhenti untuk menolong, pengemudi Hyundai itu justru menginjak gas sedalam-dalamnya untuk kabur.
Aksi melarikan diri yang panik itu berujung fatal di depan outlet Richeese Factory.
Karena melihat lampu lalu lintas di depannya menyala merah, pengemudi Hyundai tersebut nekat berputar balik secara mendadak.
Manuver brutal itu langsung menghantam mobil Suzuki Splash warna silver (H 1716 DM) yang dikemudikan oleh Zakip, seorang mahasiswa asal Tembalang.
Baca Juga: Tebing 4 Meter Ambrol, Longsor Gajahmungkur Semarang Hantam Pemukiman Padat
Benturan keras tersebut memicu efek domino yang mengerikan. Tiga motor di sekitarnya—Honda Beat (K 5932 BZC) yang dikendarai Cindy P, Honda Vario (H 5715 MC) yang dikendarai Evita A, serta Honda CB 150X (DR 4500 EL) yang dikendarai Yuli I—ikut terkapar dan ringsek di aspal jalan.
Warga di sekitar lokasi kejadian yang melihat langsung peristiwa itu dibuat geram oleh kelakuan pengemudi Hyundai hitam tersebut.
"Awalnya mobil hitam itu sudah nabrak motor lain di Muhammadiyah, yang ditabrak seorang bapak sama anaknya, anaknya nangis," kata warga sekitar lokasi kejadian, Angga, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (29/6/2026).
Angga menambahkan bahwa pemotor yang ditabrak di titik pertama sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku yang panik memilih putar balik secara sembrono.
"Di depannya itu lampu merah, jadi dia panik ingin kabur kan jadi putar balik. Lah pas putar balik itu malah nabrak mobil Splash di depan Richeese," bebernya.
Angga juga mencurigai kondisi fisik pengemudi saat itu. "Sopir mobil hitam itu kayaknya mabuk. Ada yang bilang narkoba, tapi kelihatannya dia masih sadar kok, jadi nggak mungkin kayaknya kalau narkoba," lanjutnya.
Nada geram serupa disampaikan oleh Edi (63), seorang juru parkir setempat yang menyaksikan detik-detik tabrakan maut tersebut.
"Mobilnya itu sampai mental, rodanya copot. Saya dengar suara 'brak', tapi saya nggak lihat sopir mobil itu lari ke mana setelah nabrak," katanya.
Edi meyakini ada yang tidak beres dengan cara mengemudi pelaku. "Kelihatannya mobil itu mabuk, soalnya ngebut banget dan nggak bener lah naik mobilnya. Nggak tau mabuk apa nyabu, terus ini belum ditangkap," bebernya.
Saat warga sibuk menyelamatkan para korban yang terkapar menahan sakit di aspal, pengemudi Hyundai Santa Fe tersebut justru memanfaatkan situasi untuk melarikan diri dari tanggung jawab.
Baca Juga: Masih Ingat Kasus Dugaan Penipuan Biro Umroh Carmilla Salim Mubarok Temanggung? Begini Kelanjutannya
Aparat kepolisian langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi mata demi mengusut tuntas identitas pelaku tabrak lari ini.
Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Chandra, memaparkan bahwa kecelakaan beruntun dipicu oleh kecerobohan fatal mobil Hyundai saat berusaha menyalip kendaraan lain.
"Diduga Honda Hyundai saat mendahului kendaraan didepannya berjalan terlalu ke kanan, hingga melewati marka tengah tidak terputus, dan kurang waspada pandangan depan, sehingga terjadi kecelakaan dengan Suzuki Splash yang berjalan dari arah barat kearah timur," ungkapnya.
Dampak dari hantaman itu sangat masif karena mobil korban terdorong hingga menghantam barisan motor di belakangnya.
"Kemudian mobil Hyundai Warna Hitam berputar mengenai Honda Vario yang berjalan dari arah timur kearah barat. Sedangkan Suzuki Splash Warna Silver terdorong kebelakang mengenai Honda CBR dan Honda Beat yang berjalan dari arah barat kearah timur," bebernya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini, namun tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka dan trauma psikologis yang cukup berat.
"Tujuh orang mengalami luka ringan, tiga pengendara motor, pengemudi mobil dan penumpang," beber Iptu Novita.
Mayoritas korban kini dirawat di RS Pantiwilasa Dr Cipto Kota Semarang.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus memburu pengemudi misterius mobil Hyundai Santa Fe tersebut.
Markas kepolisian meminta bantuan masyarakat jika memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan pelaku.
"Identitas pengemudi Hyundai warna hitam tidak diketahui karena setelah kejadian meninggalkan TKP," jelas Iptu Novita Chandra.
"Sampai saat ini belum ada, kita masih melakukan pendalaman. Barangkali ada warga masyarakat yang mengetahui dan melihat, bisa bantu menginfokan kepada kami," katanya.
Ketika ditanya mengenai ciri-ciri fisik pengemudi maupun rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar Jalan Tentara Pelajar, Novita menegaskan timnya masih bergerak di lapangan.
"Masih kami dalami," pungkasnya. (mha)