RADARSEMARANG.ID, Semarang—Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Film, Musik, dan Media Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI Irniatie Wanda, S.Pd., M.A.P., sukses menyabet penghargaan bergengsi Anugerah Pendidikan Indonesia 2026.
Irniatie dinilai menorehkan kontribusi signifikan sebagai Penggerak Budaya di Bidang Musik Tradisi Indonesia. Capaian tersebut mendapat atensi khusus dari Radar Semarang Academy dan Jawa Pos Radar Semarang pada Malam Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 di Hotel Quest Simpang Lima, Semarang, Jumat (22/5/2026) lalu.
Rekam jejak Irniatie memiliki nilai berita tinggi (high news value) karena berhasil mengintegrasikan peran birokrasi, riset akademik, dan implementasi praktis di lapangan.
Selain aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Kebudayaan, Irniatie saat ini tercatat sebagai mahasiswa program doktor (S3) di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Irniatie Wanda menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi suplemen motivasi untuk memperkuat ekosistem musik tradisional di ceruk formal, khususnya dunia pendidikan.
"Riset doktoral saya di ISI Surakarta dan tugas taktis di Kemenbud memang berfokus pada formulasi kebijakan serta standardisasi metode agar musik tradisi memiliki daya tawar dan relevansi di era digital. Kebijakan yang inklusif harus mampu menembus kurikulum pendidikan modern agar generasi muda tidak kehilangan identitas kulturalnya," paparnya.
Ia mengapresiasi respons cepat Jawa Pos Radar Semarang yang menempatkan isu pelestarian budaya pada halaman utama. Menurutnya, keberpihakan media massa nasional sangat krusial dalam mengawal keberlanjutan seni tradisi di ruang publik.
"Apresiasi dari Radar Semarang menjadi energi tambahan bagi para praktisi kebudayaan untuk terus melahirkan inovasi, baik di level domestik maupun internasional," katanya.
Direktur Jawa Pos Radar Semarang H. Baehaqi menegaskan, pihaknya secara konsisten berkomitmen memberikan ruang diseminasi yang luas bagi para figur inspiratif yang fokus pada isu-isu fundamental, seperti pendidikan dan kebudayaan.
"Ibu Irniatie Wanda adalah prototipe penggerak budaya yang komplit. Beliau menguasai peta regulasi di kementerian dan memiliki basis metodologi ilmiah yang kuat selaku akademisi S3 ISI Surakarta. Langkah taktis yang berbasis data dan kebijakan seperti inilah yang dibutuhkan untuk menyelamatkan musik tradisi kita. Jawa Pos Radar Semarang memastikan akan terus mengawal dan memberikan panggung utama bagi capaian-capaian strategis semacam ini," tegas Baehaqi.
Ia pun berharap sinergi yang telah dibangun oleh Irniatie mampu menularkan dampak yang lebih masif ke depan.
"Melalui momentum ini, akselerasi dan sinergi yang dibangun Irniatie Wanda diharapkan mampu menginspirasi para pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya untuk mereplikasi formula serupa demi menjaga keberlangsungan warisan budaya nusantara," pungkas Baehaqi. (den/aro)
Editor : H. Arif Riyanto