Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Inilah Daftar Lengkap Penerima Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 Jawa Pos Radar Semarang

H. Arif Riyanto • Minggu, 24 Mei 2026 | 23:14 WIB
Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 dinilai mampu memberikan tambahan semangat bagi para insan pendidikan. Penghargaan ini menjadi semacam suntikan motivasi untuk bekerja lebih keras dalam mewujudkan generasi yang lebih baik di masa mendatang.
Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 dinilai mampu memberikan tambahan semangat bagi para insan pendidikan. Penghargaan ini menjadi semacam suntikan motivasi untuk bekerja lebih keras dalam mewujudkan generasi yang lebih baik di masa mendatang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang—Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 dinilai mampu memberikan tambahan semangat bagi para insan pendidikan. Penghargaan ini menjadi semacam suntikan motivasi untuk bekerja lebih keras dalam mewujudkan generasi yang lebih baik di masa mendatang.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menilai Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Semarang Academy telah tepat memberikan penghargaan pada para pahlawan tanpa tanda jasa yang memiliki pengabdian luar biasa. “Mudah-mudahan beliau yang mendapatkan penghargaan ini akan lebih semangat lagi,” tutur wali kota yang akrab disapa Mas Aaf ini usai acara yang berlangsung di Diamond Ballroom, Quest Hotel Simpanglima Semarang Jumat (22/5/2026) malam.

Mas Aaf hadir mendampingi istrinya, Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya yang menjadi salah satu penerima Anugerah Pendidikan Indonesia 2026. Inggit meraih penghargaan atas kategori Transformasi Pendidikan Penggerak Angka Partisipasi Sekolah PAUD.

Lebih lanjut Mas Aaf menyatakan, memang sudah banyak pendidik yang memiliki kinerja bagus dan luar biasa. Tapi PR di dunia pendidikan saat ini juga masih banyak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Misalnya, masih banyak terjadi kenakalan anak sekolah, tawuran, balap liar dan lainnya. “Itu jadi tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa menyalahkan itu kesalahan orangtua, itu kesalahan guru, itu kesalahan sistem pendidikan, tidak (bisa menyalahkan satu pihak). Tapi itu jadi tanggung jawab semua,” katanya.

Malam Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 merupakan bentuk penghormatan kepada insan pendidikan yang selama ini bekerja dan mengabdi, namun memberi dampak besar bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan adalah fondasi peradaban. Karena itu, mereka yang mengabdikan diri di dunia pendidikan layak mendapatkan ruang apresiasi yang terhormat dan bermartabat.

Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris) Ida Zahara Adibah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang responsive dalam Penguatan Moderasi Beragama ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika Undaris untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjaga nilai-nilai persatuan, toleransi, dan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi.

“Penghargaan ini menjadi amanah bagi Undaris untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama,” ujarnya.

Rasa bangga juga disampaikan Rektor Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo Zaenal Sukawi yang malam itu meraih penghargaan Perguruan Tinggi Berbasis Agama Junjung Tinggi Pluralisme. Zaenal menilai, Radar Semarang mampu mengendus hal-hal yang belum tampak kemudian ditampakkan. “Dan ini sesuai yang riil, mudah-mudahan memberikan banyak inspirasi pada Masyarakat,” jelasnya.

Bagi kalangan guru, penghargaan ini menjadi semacam suntikan semangat dalam bekerja. Seperti diungkapkan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang Lukman Hakim yang meraih penghargan sebagai Sekolah Inovatif dalam Kelas Industri Bisnis Digital dan Pengembangan Karakter. “Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk semakin keras untuk bekerja, semakin kuat untuk mengabdikan diri pada bidang pendidikan.”

Tak kalah bersemangatnya Kepala SMA Negeri 1 Candiroto, Temanggung Aisyah Widiastuti yang meraih kategori Kepala Sekolah Inovatif dalam Mendukung Ketahanan Pangan. Ia dinilai aktif mengintegrasikan inovasi pendidikan, ketahanan pangan, dan konsep Adiwiyata. Sebagai bagian dari komitmen Sekolah Adiwiyata yang berkelanjutan, Aisyiah memimpin gerakan penanaman tanaman pangan seperti ketela pohon, ketela rambat, dan kopi di lahan terbuka sekolah. Ini menunjukkan adanya komitmen kuat dalam menggabungkan keunggulan akademik dengan kesadaran lingkungan dan potensi lokal. “Lebih bersemangat, hingga harapannya pendidikan itu tidak melulu hanya belajar di dalam kelas, banyak inovasi dan terobosan yang berguna untuk masa depan,” ujarnya.

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Cepiring, Kendal Ana Rahmawati Ningsih ingin terus berinovasi usai mendapatkan anugerah Guru Kreatif dan Inovatif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Penulis puluhan buku ini telah menggunakan pendekatan inovatif dalam pembelajaran bahasa Inggris seperti yang diterapkan pendidik modern saat ini, melibatkan integrasi teknologi, metode komunikatif, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. “Penghargaan ini akan memotivasi saya agar ke depannya lebih berinovasi lagi dalam pembelajaran di kelas Bahasa Inggris saya,” ujarnya.

Owner WL Home Kitchen Cooking School Semarang Nanan Wiyono tak kalah bahagianya usai menerima penghargaan sebagai Pelopor Sekolah Kuliner Modern yang inovatif. Nanan menerapkan metode pembelajaran yang inovatif untuk membekali siswanya dengan keahlian yang relevan di industri modern. Pembelajaran berbasis 80 persen praktik langsung di dapur profesional. Sekolah ini mencatatkan prestasi baik melalui pengajar maupun siswanya dalam kompetisi tingkat internasional, dan banyak alumninya membuka bisnis kuliner mandiri. “Saya seneng banget bisa dapat penghargaan ini, artinya para guru-guru yang tidak terlihat dalam mengajar anak-anak, bisa lebih dihargai,” ujar istri pengacara John Richard Latuihamallo ini.

Acara Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 dikemas secara formal, elegan, dan inspiratif melalui rangkaian gala dinner, pemutaran video profil penerima penghargaan, penyerahan piala/trofi dan piagam penghargaan, hingga hiburan. Suasana semakin meriah karena beberapa penerima mendapatkan suntikan semangat dari “suporter”. Seperti rombongan Bunda PAUD yang hadir dari Kota Pekalongan memberikan buket bunga dan ucapan selamat untuk Inggit Soraya. Sejumlah pengurus Yayasan Khong Kauw Hwee ikut mendampingi ketua yayasan, Wong Aman Gautamawangsa. Kondisi serupa juga terlihat dari rombongan PAUD, RA, Homeschooling Al Firdaus Semarang, SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Sabilurrasyad Islamic Boarding Schhol Kendal, Fakultas Agama Islam Unissula, dan Badko LPQ Kota Semarang. (ton)

 

Penerima Anugerah Pendidikan Indonesia 2026

 

1. Endang Purwanti, S.Pd.

Kepala SD Negeri 01 Batursari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan

Kategori: Kepala Sekolah Visioner Ciptakan Budaya Berdaya Saing dan Berkarakter

 

2. SD Al Azam Tembalang, Kota Semarang

Kategori: Sekolah Islam dengan Inovasi Pembelajaran Kreatif

 

3. SD Islam Tunas Harapan Kota Semarang

Kategori: Sekolah Islam Unggul dengan Inovasi Pembelajaran Alquran Metode TAQI

 

4. SD Muhammadiyah 2 Alternatif Kota Magelang

Kategori: Sekolah Unggul, Prestatif, dan Berbudaya Nasional

 

5. Nurul Qomariyah, S.Ag., M.Si.

MI Tahfidzul Quran Al Asror Gunungpati, Kota Semarang

Kategori: Guru Madrasah Inovatif dalam Pembelajaran Alquran dan Tahfidz

 

6. Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kendal

Kategori: Inovasi Digitalisasi Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam Modern

 

7. Sabilurrasyad Islamic Boarding School Kendal

Kategori: Pesantren Ramah Lingkungan, Harmoni Ilmu, dan Alam Berbasis Alquran

 

8. PAUD, RA, Homeschooling Al Firdaus Semarang

Kategori: Inovasi Pendidikan Berbasis Karakter Qur'ani

 

9. Wong Aman Gautamawangsa

Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee

Kategori: Tokoh Inspiratif Pengelola Sekolah Gratis Kuncup Melati Semarang

 

10. Agus Hermawan, S.Pd.I., M.A.

Ketua Yayasan Hj. Kartini Undaan Kidul Kudus

Kategori: Pelopor Integrasi PAUD, Pusat Ekonomi, dan Kesehatan Anak

 

11. SMK Muhammadiyah 1 Semarang

Kategori: Sekolah Inovatif dalam Kelas Industri Bisnis Digital dan Pengembangan Karakter

 

12. SMA Islam Terpadu Ihsanul Fikri Mungkid

Kategori: Sekolah Juara dengan Program Tahfidz Intensif dan Sertifikasi Guru Alquran

 

13. Aisyiah Widiastuti, S.Pd.

Kepala SMA Negeri 1 Candiroto, Temanggung

Kategori: Kepala Sekolah Inovatif dalam Mendukung Ketahanan Pangan

 

14. Dr. Imron, S.Pd., M.Pd.

Kategori: Inovator Pembelajaran dan Penggerak Transformasi Pendidikan

 

15. Dr. Widyawati Palupi, S.Pd., M.Pd.

Kepala SMP Negeri 3 Salam, Kabupaten Magelang

Kategori: Penggerak Literasi dan Inovasi Manajemen Sekolah

 

16. SMPIT-SMAIT Bina Amal Semarang

Kategori : Sekolah Islam Terpadu Berbasis Inovasi Lingkungan dan Sains

 

17. SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

Kategori: Sekolah Inovatif Berbasis Digital dan Literasi

 

18. SMP IT Harapan Bunda Semarang

Kategori: Inovasi Layanan Perpustakaan Digital

 

19. Ana Rahmawati Ningsih, S.Pd., M.Pd.

Guru SMP Negeri 2 Cepiring, Kabupaten Kendal

Kategori: Guru Kreatif dan Inovatif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

 

20. Nanan Wiryono

Owner WL Home Kitchen Cooking School Semarang

Kategori: Pelopor Sekolah Kuliner Modern yang Inovatif

 

21. Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris)

Kategori: Perguruan Tinggi Swasta yang Responsif dalam Penguatan Moderasi Beragama

 

22. Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) Jateng di Wonosobo

Kategori : Perguruan Tinggi Berbasis Agama Junjung Tinggi Pluralisme

 

23. Program Magister Pendidikan Dasar (MPD) Pascasarjana Universitas Muria Kudus

Kategori: Program Pascasarjana Unggul dalam Inovasi Pendidikan Dasar Berbasis Global dan Praktik Nyata

 

24. Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang

Kategori: Top Fakultas Pencetak Pendidik Berkarakter Islami dan Penggerak Pendidikan Daerah 3T

 

25. Dr. Sri Sumarni, Bdn. M.Mid.

Ketua Prodi Kebidanan Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang

Kategori: Dosen Penggagas Terapi Komplementer dan Herbal untuk Penanganan Kesehatan Reproduksi dan Kehamilan

 

26. Hj. Inggit Soraya, S.Sn., M.M.

Bunda PAUD Kota Pekalongan

Kategori: Transformasi Pendidikan Penggerak Angk Partisipasi Sekolah PAUD

 

27. Kholid, S.I.P., M.M.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan

Kategori: Inovasi Penurunan Angka Anak Tidak Sekolah Melalui Program Gerakan Kudu Sekolah

 

28. Irniatie Wanda, S.Pd., M.A.P.

Kategori: Inovator Pendidikan Seni Musik Tradisional dan Budaya

 

29. Dr. H. Bahrul Fawaid, S.H.I., S.H., M.S.I.

Ketua Badko LPQ Kota Semarang

Kategori: Inisiator Studi Lanjut S1-S3 Bagi Pendidik LPQ Melalui Badko LPQ Kota Semarang

30. Tanoto Foundation

Kategori: Mitra Pembangunan Sumber Daya Manusia Bidang Pendidikan

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pendidikan #Anugerah #hari pendidikan nasional #PENGHARGAAN #Jawa Pos Radar Semarang