RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogorejo 01 Temanggung meminta maaf atas dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi pada Senin (18/5) lalu.
Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Tlogorejo 01, Soleh Jamaludin, didampingi Korwil SPPG Kabupaten Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani, dan beberapa staf lain.
Baca Juga: SPPG Tlogorejo Temanggung Dihentikan Sementara Usai Dugaan Keracunan MBG, Tunggu Hasil Uji Lab
Dalam kasus ini, SPPG tersebut menanggung penuh seluruh biaya pengobatan korban yang menjalani perawatan di rumah sakit ditanggung penuh.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa, orang tua atau wali murid, pihak sekolah serta masyarakat atas apa yang terjadi pada tanggal 18 Mei 2026 terkait menu yang kami sajikan,” kata Kepala SPPG Tlogorejo 01, Soleh Jamaludin, dalam klarifikasinya Jumat (22/5).
Soleh mengaku, sangat menyesalkan kejadian tersebut. Lantaran menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan seperti diare, mual, hingga muntah.
Baca Juga: Ratusan Siswa di Temanggung Diduga Keracunan Menu MBG, Ada Guru yang Masih Diopname
Berdasar data yang dihimpun hingga 21 Mei 2026, total korban terdampak mencapai 323 orang.
Rinciannya, 15 orang berasal dari tingkat RA, KB dan TK, kemudian 288 orang dari jenjang SMP dan SMK.
Korban terbanyak berasal dari SMP Negeri 4 Temanggung yakni 248 orang. Selain itu terdapat korban dari SMP Al-Kautsar, SMP Al-Hudlori, SMK HKTI, KB Mawadah, RA Masyitoh Jurang hingga TK Tahfidz Sains Permata.
Saleh mengatakan, akibat kejadian keracunan menu MBG ini, terdapat empat orang yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, tiga di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
“Masih satu orang yang dirawat di rumah sakit. Itu siswa. Dan kami terus memantau kondisinya,” ujarnya.
Pihak SPPG, lanjut Soleh, telah melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit maupun ke rumah korban yang sudah pulang dari perawatan. Semua biaya pengobatan disebut telah ditanggung pihak SPPG.
“Dari SPPG bertanggung jawab untuk meng-cover siswa dan guru yang dirawat di rumah sakit,” sambung Soleh.
Baca Juga: Warga Temanggung Modifikasi Hyundai Atoz untuk Kulakan Pertalite, Berakhir Ditangkap Polisi
Selain pihak SPPG, mitra dapur yakni Yauasan Al Hudlori ikut melakukan pendampingan dan kunjungan terhadap korban.
Pasca kejadian tersebut, operasional SPPG Tlogorejo 01 dihentikan sementara alias disuspensi hingga waktu yang belum ditentukan.
Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium dan evaluasi menyeluruh.
“SPPG Tlogorejo 01 diberhentikan sementara sampai menunggu hasil laboratorium,” kata Korwil SPPG Kabupaten Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani.
Dalam hal ini, Ulfi menyebut, ada evaluasi internal terhadap seluruh tahapan operasional.
Mulai dari penerimaan bahan makanan, proses memasak, quality control (QC), higienitas pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga proses distribusi makanan.
Baca Juga: Wabup Temanggung Temukan Dugaan Pungli Rekrutmen Relawan SPPG, Diminta Bayar Rp3 Juta
“Kami akan evaluasi dari berbagai aspek agar ke depan bisa lebih baik lagi. Biasanya untuk pembenahan berupa perbaikan fasilitas. Tapi kami masih menunggu dari pusat," imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan Temanggung, Aji Ganang Priambodo, menyebut di wilayah Kecamatan Temanggung saat ini terdapat 17 SPPG.
Mereka melayani ribuan penerima manfaat. Mulai dari siswa, dan beberapa balita hingga ibu hamil.
SPPG Tlogorejo 01 sendiri diketahui mulai beroperasi sejak 8 Januari 2026 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.061 orang yang berasal dari 14 sekolah.
"Setiap SPPG ini beda-beda penerima manfaatnya. Kalau pelayanan untuk balita dan ibu hamil baru beberapa dapur saja," tambahnya.
Ditambahkan, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung masih melakukan penyelidikan.
Termasuk melakukan pengujian sampel makanan untuk memastikan sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi