Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mahasiswa Undip Semarang Klarifikasi Ngaku Jadi Pelaku Kekerasan Seksual 

Ida Fadilah • Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB
Ilustrasi stop kekerasan seksual
Ilustrasi AI stop kekerasan seksual

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lagi-lagi kasus dugaan kekerasan seksual mencuat di lingkungan pendidikan. Setelah di UIN Walisongo, terbaru muncul di Universitas Diponegoro (Undip). Hal itu bermula dari beredarnya video permintaan maaf atas dugaan pelecehan seksual. 

Berdasarkan video yang viral di media sosial (medsos) X, terduga pelaku merupakan mahasiswa di jurusan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan Undip. Laki-laki berinisial S ini tengah melakukan klarifikasi sembari memegangi selembar kertas bertuliskan “PELAKU KS”. Dalam video itu, S meminta maaf kepada para mahasiswi yang telah menjadi korban atas perbuatan cabulnya.

Baca Juga: PMII UIN Walisongo Semarang Desak Oknum Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat

“Saya berjanji tidak melakukan hal yang serupa lagi,” kata S dalam video klarifikasinya.

Unggahan itu dinaikkan Kamis (14/5) oleh akun X @Undip Menfess. Pada postingan itu juga disuguhkan kronologi dari para korban. Di antaranya menyebut mahasiswa S itu memiliki brandingnya agamis, pintar, anak organisasi, sibuk lomba, trading, cowok baik-baik dan serius kalau ngomong soal hubungan.

"Korban ada 11 orang lebih (Undip & beberapa kampus lainnya di Semarang, Kalimantan, dll)," tulis akun tersebut.

Unggahan itu menarasikan dugaan pelecehan itu bermula dari korban mengenal dengan pelaku karena satu kampus. Namun juga ada yang mengenal melalui Telegram, grup belajar, dating app.

Baca Juga: UIN Walisongo Tunggu Laporan Korban Dugaan Pelecehan Seksual, Sanksi Terhadap Pelaku Bisa Berujung Pemecatan

Berdasarkan penuturan para korban, pelaku sering ngomong terkait masa depan, nikah, bilang takut pacaran kalau tidak serius, bahkan berani kenalin diri ke keluarga korban karena mau serius

"Ahli dalam love bombing di awal, bikin korban attached, terus mulai manipulatif, ngilang2, bohong, selingkuh, tapi pas ketahuan malah muter balik bikin korbannya merasa bersalah atau ngerasa terlalu menuntut," tambah narasi akun @Undip Menfes itu.

Sementara itu, Direktur Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip Semarang Nurul Hasfi membenarkan kabar itu. 

“Pihak kampus telah menerima laporan 24 April 2026 lalu dan saat ini sedang ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku melalui pihak berwenang di lingkungan kampus,” kata Nurul.

Untuk menangani kasus tersebut, Nurul menyebut Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi dan Tim Kode Etik Undip telah turun tangan. Pihaknya menyatakan akan berkomitmen menangani setiap laporan pelecehan seksual secara serius dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Serta terus memperkuat upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi di lingkungan kampus,” kata Nurul.

Di lain hal, dirinya menyampaikan keprihatinan atas kabar yang beredar terkait dugaan kasus pelecehan seksual itu. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#pelecehan seksual #UNDIP #KEKERASAN SEKSUAL