Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Gotong Royong Benahi Tanggul Sungai Plumbon Semarang yang Jebol

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:46 WIB

 

Gotong royong membersihkan material tanggul jebol Sungai Plumbon, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Sabtu (16/5) pagi. (FIGUR RONGGO WASSALIM)
Gotong royong membersihkan material tanggul jebol Sungai Plumbon, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Sabtu (16/5) pagi. (FIGUR RONGGO WASSALIM)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sabtu (16/5) pagi, suasana di kawasan RT 1 RW 1 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, masih dipenuhi lumpur dan aroma tanah basah.

Di sela gotong royong dari personel gabungan, kabar yang ditunggu warga akhirnya datang. 

Mbah Maryam, 70, korban hanyut akibat tanggul jebol Sungai Plumbon, ditemukan setelah semalaman dicari.

Jenazah nenek tersebut ditemukan Sabtu (16/5) pagi sekitar pukul 07.35 di aliran selokan, sekitar 800 meter dari titik awal hanyut. 

Baca Juga: Warga Purwoyoso Semarang Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Semalam

Terlihat, sejumlah warga yang sejak malam berjaga di lokasi langsung menundukkan kepala. Sebagian tak kuasa menahan tangis.

Selain itu, warga masih berjibaku membersihkan sisa lumpur dari dalam rumah.

Anak-anak terlihat duduk di emperan sambil memandangi tumpukan kasur basah dan perabot yang dijemur di bawah matahari.

Di sudut lain, relawan membagikan makanan hangat untuk warga terdampak.

Di tengah suasana duka, gotong royong menjadi pemandangan yang paling terasa di Mangkang Kulon hari itu.

Warga, aparat, hingga relawan membaur tanpa sekat, berpacu dengan waktu sebelum hujan kembali turun. 

Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi, menceritakan peristiwa bermula Jumat malam sekitar pukul 19.30, tak lama setelah waktu Isya.

Saat itu debit air dari wilayah hulu Tambakaji terus meninggi dan meluap ke kawasan permukiman. 

Baca Juga: Warga Mangkang Kulon Semarang yang Terseret Banjir Ditemukan 150 Meter dari Lokasi Awal

Di tengah kondisi mencekam, Mbah Maryam bersama cucunya, Rasya, sempat berada di sekitar tanggul ketika terjadi limpasan air. Tak lama berselang, tanggul sepanjang sekitar 50 meter itu tiba-tiba ambrol. 

"Arus deras langsung menyapu keduanya. Rasya berhasil selamat meski sempat terpental arus, sedangkan Mbah Maryam hilang terbawa banjir," ungkapnya.

Sepanjang malam, pencarian dilakukan gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, hingga warga sekitar.

Lampu sorot menerangi bantaran sungai yang dipenuhi puing bambu dan lumpur. Pencarian baru dihentikan sementara sekitar pukul 01.30 dini hari sebelum dilanjutkan kembali saat pagi.

Baca Juga: Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol, 1 Orang Hilang Terseret Banjir

Ia mengatakan seluruh unsur bergerak bersama sejak malam kejadian hingga korban ditemukan.

"Alhamdulillah pencarian membuahkan hasil. Tadi pukul 07.35 Mbah Maryam ditemukan. Kami berterima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan masyarakat yang bersatu dalam penanganan bencana ini," ujarnya.

Di lokasi tanggul jebol, alat berat mulai diterjunkan. Petugas DPU bersama warga memasang anyaman bambu, trucuk, dan sandbag untuk menahan aliran air susulan. Sebab, posisi permukiman warga lebih rendah dibanding badan sungai. 

Mirzaq menjelaskan, jebolnya tanggul dipicu tingginya debit air dari wilayah hulu serta kondisi tanggul yang sudah tua dan rapuh. Menurutnya, struktur bagian bawah tanggul sudah terkikis arus sehingga tak lagi mampu menahan tekanan air.

"Harapan masyarakat sekarang sederhana, ingin rasa aman dan tidak was-was lagi saat hujan turun. Karena itu kami berharap pemerintah pusat melalui BBWS segera melakukan normalisasi Sungai Plumbon," katanya.

Dampak banjir bandang itu cukup luas. Menurut informasi dihimpun, sedikitnya 313 kepala keluarga dari RW 1 hingga RW 5 terdampak. 

Lumpur masuk ke rumah-rumah warga. "Sementara kerugian material seperti kendaraan dan perabot rumah tangga masih dalam pendataan," tandasnya.(fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#Camat Tugu #Mangkang Kulon #Rumah Warga #sungai Plumbon