RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jumat (15/5) pagi itu suasana di Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, arah Klampisan, Ngaliyan, mendadak berbeda. Tak ada lagi kendaraan saling bersahutan melintas di jalur alternatif tersebut.
Yang terlihat justru portal penutup, garis pembatas darurat, dan lubang besar menganga di tengah jembatan yang ambrol. Sisa material batu dan pasir menumpuk di sisi jalan. Besi-besi penyangga tampak patah.
Di bawahnya, aliran air berwarna keruh terus mengalir pelan melewati struktur jembatan yang runtuh sebagian. Terlihat plat nomor dan salah satu bagian bodi sepeda motor terlihat di bawah reruntuhan.
Warga berdatangan sejak pagi hanya untuk melihat kondisi jembatan yang selama ini menjadi penghubung warga Ngaliyan menuju arah Krapyak dan kawasan sebelum jalan tol itu. Beberapa pengendara yang telanjur datang terpaksa memutar arah.
Heru, warga Purwoyoso, mengatakan kondisi jembatan sebenarnya sudah lama mengkhawatirkan. Bahkan pembatas jalan sudah dipasang sejak lama agar kendaraan tidak terlalu ke sisi kiri.
"Ini sebenarnya juga mau diperbaiki. Material pasir dan batu sudah datang semua. Tapi mungkin karena kemarin hujan terus banyak kendaraan lewat, akhirnya longsor lalu jembatannya patah, Kamis (14/5) malam," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Motor Honda PCX 175 cc Siap Mengaspal Saingi Yamaha NMAX Turbo
Menurut dia, jalur tersebut memang cukup padat karena menjadi akses alternatif kendaraan dari arah Ngaliyan. Dalam beberapa waktu terakhir, kendaraan besar juga disebut mulai sering melintas.
"Sudah ada pembatas sebenarnya. Satu mobil saja yang bisa masuk. Tapi memang masih ada kendaraan berat yang lewat sini," katanya.
Heru juga menyebut ada seorang pengendara sepeda motor yang menjadi korban saat jembatan ambrol pada malam hari. Korban dikabarkan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Informasinya ada motor masuk situ malam-malam. Sekarang katanya masih dirawat," tambahnya.
Pantauan di lokasi, warga bersama aparat setempat berjaga di sekitar jembatan. Arus kendaraan roda empat ditutup total karena kondisi tanah di sekitar badan jalan masih labil dan rawan longsor susulan.
Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto, menjelaskan sebenarnya penanganan talut sudah dilakukan bahkan sehari sebelum jembatan runtuh. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang telah mulai melakukan pengerjaan di sekitar lokasi.
"Untuk penanganan talut sebenarnya sudah ada pengerjaan satu hari sebelum jembatan ambrol. Tapi tadi malam jembatannya runtuh," jelas Agus.
Ia menduga meningkatnya kendaraan bertonase besar menjadi salah satu penyebab kondisi jembatan semakin rapuh. Terlebih setelah adanya pengalihan arus akibat penutupan portal di kawasan Jerakah.
"Ada laporan dari tokoh masyarakat, bus dan truk ada yang lewat sini. Mungkin terlalu berat bebannya," katanya.
Kini akses di lokasi ditutup sementara demi keselamatan warga. Pengendara diarahkan memutar melalui jalur kota menuju Krapyak."Sementara kita tutup dulu karena membahayakan. Mobil tidak bisa lewat sama sekali," tegas Agus. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi