Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hujan Deras, Gelaran Semarang Night Carnival 2026 Dihentikan

Ida Fadilah • Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:52 WIB
Penampilan peserta Semarang Night Carnival 2026 tetap berjalan di tengah hujan di Jalan Pemuda, Sabtu (2/5)2026). IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG 
Penampilan peserta Semarang Night Carnival 2026 tetap berjalan di tengah hujan di Jalan Pemuda, Sabtu (2/5)2026). IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Malam peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-479 menjadi momen paling dinanti. Warga antusias melihat penampilan Semarang Night Carnival 2026.

Dari balik barikade di Jalan Pemuda, mereka berjubel. Meski diwarnai hujan deras. Namun, hal itu tak menyurutkan para peserta Semarang Night Carnival 2026 tampil.

Meski tidak semua, namun beberapa peserta telah menunjukkan pesonanya di tengah hujan deras.

Baca Juga: Spektakuler! 15 Negara Siap Meriahkan Semarang Night Carnival 2026

Penampilan pertama drumband dari Akademi Kepolisian (Akpol). Mereka menghibur masyarakat Kota Semarang yang sudah menanti sejak sore.

Di tengah hujan, masyarakat masih setia menyaksikan sekaligus mengabadikan momen menggunakan handphone.

Banyak dari mereka siap dengan payung dan jas hujan, namun ada pula yang rela hujan-hujan tanpa pelindung.

Baca Juga: Hilangkan Cumi-cumi Darat, Trans Semarang Lakukan Peremajaan 41 Armada

Kemudian disusul penampilan belasan peserta. Mereka berlenggak-lenggok dengan ceria, menyapa setiap masyarakat yang hadir.

Belasan peserta ini beragam, ada yang memakai gaun daur ulang dari bahan plastik berwarna.

Beragam bentuk gaun yang ditunjukkan, ada tema bunga sakura, burung merak, dan lainnya.

Salah seorang warga, Mariani dari Semarang Barat menyatakan takjub dengan SNC karena menampilkan kreasi yang unik. Meski hujan, ia tetap menonton.

"Bagus sekali saya lihat sampai akhir, berharapnya masih ada lagi tapi karena hujan tentu tidak bisa. Yang tadi sudah tampil keren, mereka totalitas tetap menghibur masyarakat," kata dia.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena harus mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan event Semarang Night Carnival. Keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan, menyusul kondisi hujan deras yang terjadi secara intens sejak sore hingga malam hari.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas penundaan event Semarang Night Carnival pada malam hari ini. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi tidak memungkinkan kegiatan dilaksanakan secara aman. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan warga, peserta, maupun petugas di lapangan,” tegasnya.

Pembatalan ini dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan seluruh lapisan yang terlibat.

"Keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta, pengisi acara, serta masyarakat yang hadir menjadi prioritas utama kami," tegas Agustina.

“Kami memahami besarnya antusiasme masyarakat. Namun dalam situasi seperti ini, keselamatan harus menjadi yang utama. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada warga Kota Semarang,” lanjutnya.

Atas hal ini, Pemerintah Kota Semarang bersama panitia tengah mengkaji opsi penjadwalan ulang agar semangat kebersamaan dan kemeriahan acara ini tetap dapat dirasakan oleh masyarakat. Tentunya akan dilakukan pada waktu yang lebih aman dan kondusif.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini," pungkas Agustina.

Dalam sambutannya, Agustina menyebut gelaran Semarang Night Carnival tahun ini naik kelas menjadi ajang internasional dengan partisipasi puluhan delegasi dari luar negeri. 

“Semarang Night Carnival ini adalah event internasional. Kita bersyukur karena diakui dan diikuti oleh perwakilan dari 28 negara,” ujarnya.

Selain peserta internasional, karnaval juga diikuti perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Surakarta, Pasuruan, Grobogan, dan Salatiga. Jumlah peserta disebut terus bertambah hingga mencapai lebih dari 50 kontingen.

Baca Juga: Momentum HUT ke-479, Agustina Tegaskan Kota Semarang Rumah Besar yang Maju dan Inklusif

Wali Kota mengapresiasi antusiasme para peserta, termasuk dari kalangan masyarakat lokal. Ia bahkan membuka kesempatan luas bagi warga Semarang untuk ikut berpartisipasi secara langsung, terutama bagi mereka yang memiliki karya kostum karnaval.

“Kalau anak-anak Semarang, silakan daftar on the spot. Ini ruang berekspresi untuk semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti konsep keberlanjutan yang diusung dalam karnaval, yakni penggunaan bahan daur ulang untuk kostum.

Pemerintah Kota berencana menampilkan karya-karya tersebut di galeri khusus yang akan dikembangkan di kawasan Kota Lama Semarang.

“Baju-baju karnaval dari bahan sisa ini akan kita display. Ini bukan sekadar soal sampah, dari sisa-sisa barang-barang yang mungkin sudah tidak terpakai. Dan beberapa kali saya lihat lihat baju-baju desain karnaval itu sudah saya lihat lucu-lucu,” jelasnya.(ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Semarang Night Carnival #Wali Kota Semarang #Agustina Wilujeng