Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pagelaran Budaya Nusantara 2026 SMK Muhammadiyah Semarang Gaungkan Cinta Tradisi

Khafifah Arini Putri • Jumat, 17 April 2026 | 15:32 WIB

-Pagelaran Budaya SMK Muhammadiyah 1 Semarang di Wisma Perdamaian. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
-Pagelaran Budaya SMK Muhammadiyah 1 Semarang di Wisma Perdamaian. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Suasana berbeda tampak di Wisma Perdamaian, Semarang.

Puluhan siswa SMK Muhammadiyah 1 Semarang tampil memukau dengan busana tradisional. 

Kebaya, beskap, hingga kain batik menghiasi penampilan mereka. Ada yang menari, berteater, bahkan melukis sketsa.

Baca Juga: Kisah Nyata Masuk Panggung: Teater Lebah Ungkap Luka Perempuan di Theater Parade #9

Semua itu menjadi bagian dari Pagelaran Seni Budaya Tradisional Nusantara tahun 2026 sekaligus ujian praktik kelas XII.

Anak-anak bergantian menunjukkan penampilannya. Mulai dari Teater Ciung Wanara dibawakan dengan apik.

Tarian seperti Kaputren juga tak kalah menarik.

Di sudut lain, beberapa siswa asyik menggambar sketsa RA Kartini. Kegiatan itu digelar dalam rangka menyambut Hari Kartini.

Baca Juga: Daftar SMA/MA/SMK Terbaik Se Indonesia Berdasarkan Nilai TKA Referensi Untuk SPMB 2026

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Lukman Hakim menyampaikan kegiatan ini menjadi upaya menanamkan kecintaan budaya sejak dini.

"Kita ingin bahwa generasi muda sekarang betul-betul mencintai kebudayaan sendiri," ujar Lukman di Wisma Perdamaian, Kamis (16/4).

Kegiatan ini juga berangkat dari kekhawatirannya pada generasi musa yang suka dengan budaya impor.

Seperti saat ini banyak anak muda yang menyukai K-POP bahkan drama cina (dracin). Padahal budaya di Indonesia lebih beragam.

"Saat ini anak-anak menyukai budaya-budaya impor. Terutama K-POP, dracin, dan sebagainya. Seperti kata Bung Karno, kita ini harus berkepribadian dalam kebudayaan, itu harus ditanamkan sejak masih muda dan remaja," tegasnya.

Ia menyebut, kegiatan yang telah berjalan empat tahun ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal sekaligus memiliki budaya sendiri.

Baca Juga: Dari Berangkat Kerja Gowes hingga WFH, Cara Ahmad Luthfi Budayakan Hemat Energi di Jateng

Sementara Ketua panitia Yuliati menjelaskan, pagelaran ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga bagian dari ujian praktik siswa kelas 12 yang diikuti 95 peserta.

“Kegiatan ini masuk dalam rangkaian ujian yang mana ini adalah tugas akhir dari rangkaian ujian praktik yang dilaksanakan oleh kelas 12, dan kita sudah tahun keempat ini melaksanakan pagelaran seni budaya tradisional Nusantara,” jelasnya.

Menurutnya dengan mengusung tema nguri-uri budaya, siswa diberi ruang seluas-luasnya untuk berkreasi.

Ada yang tampil berkelompok dalam satu cerita, ada pula yang unjuk kemampuan secara individu.

"Di era sekarang, warisan budaya, khususnya tradisi daerah ini mulai luntur. Maka dari itu kita mengangkat tema ini supaya anak mencintai dan melestarikan warisan budaya Indonesia," imbuhnya.

Salah satu siswa, Nasywa mengaku senang dengan pagelaran ini. Ia tampil menari secara berkelompok.

"Pagelarannya cukup bagus ya karena sebagai anak muda bisa ikut melestarikannya dengan cara menari, menyanyi dan sebagainya," ungkapnya. (kap)

Editor : Tasropi
#drama cina #Ujian Praktik #budaya tradisional