RADARSEMARANG.ID, Semarang - Mahasiswa dari beberapa universitas atau kampus di wilayah Semarang Raya melakukan aksi demo menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026) siang.
Ratusan mahasiswa tersebut longmarch jalan kaki dari Kampus Undip Pleburan menuju Jalan Pahlawan, Kantor Gubernur Jateng, sekitar pukul 16.53. Mereka juga membentangkan berbagai poster kritikan.
Selain itu juga meneriakkan yel-yel semangat untuk menyampaikan tuntutan. Namun, sesampai depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, mereka menghujat aparat yang melakukan pengamanan melalui pengeras suara.
Setelah itu, orator meminta kepada para peserta aksi merapatkan barisan di depan pagar depan kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang telah dijaga aparat kepolisian.
"Unnes, Undip Merapat. Izin bapak bapak, ini kami dari mahasiswa. Insyaallah kita kooperatif kalau bapak ibu (kepolisian) kooperatif," kata pria orator melalui pengeras suara, Kamis (9/4/2026).
"Hidup mahasiswa, Hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan yang melawan," teriak orator.
Aksi demo tersebut, mereka juga telah melakukan di depan kantor Kodim0733/KS, di Jalan Pemuda. Setelah itu melanjutkan di Jalan Pahlawan, depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah.
"Disini kami berharap suara kita disini didengarkan oleh wakil rakyat. Semoga cuitan dan ocehan ini didengar," katanya.
"Kita disini rakyat Indonesia banyak sekali kekerasan. Ini DPR yang mewakili suara kami, tapi apakah kita diwakili kawan-kawan," katanya.
Baca Juga: Kabar Menggembirakan untuk Guru: TPG yang Tertunda Mulai Cair
"Kita disni untuk melakukan lobi lobi menyuarakan keadilan yang dimana sudah tumbang," ujarnya.
"Katanya kalian dewan perwakilan rakyat. Tapi ketika kalian melihat seperti ini apakah kalian diam," teriaknya dengan nada tanya.
"Jika kalian mendengar keluhan suara kita maka kalian keluarlah temui kami. Jangan hanya terdiam di gedung mewah yang katanya menyuarakan suara rakyat," katanya.
"Saya meminta perwakilan DPRD untuk keluar dari gedung mewah ini. Kita kawan kawan kita menjamin dan kondusifitas nya," janji orator.
Selain itu, orator ini juga mengkritik terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI sekarang ini.
"MBG, koperasi merah putih. Itu merupakan salah bentuk kebodohan yang dilakukan pemimpin atau rezim pemerintahan," teriaknya.
Tak hanya itu, orator juga mengkritik TNI yang dianggapnya telah melampaui batas ranah fungsinya. Kemudian juga menduga adanya pelaku pelaku dari aparat TNI yang melakukan pelanggaran terhadap rakyat sipil.
"Karena militer telah jauh masuk ke ranah sipil. Supaya pelaku pelaku tersebut diadili di depan umum," jelasnya.
Tidak berapa lama, sekitaran 15 menit kemudian aksi tersebut ditemui anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Pria wakil rakyat ini juga beraudiensi dengan peserta aksi.
Audiensi tersebut, pada intinya wakil rakyat menjanjikan menampung aspirasi mereka dan akan menyampaikan ke pusat.
Namun tidak lama, para mahasiswa mengaku kecewa. Sebab, anggota DPR yang keluar menemui peserta aksi tidak sesuai keinginan yakni dari Komisi B DPRD Provinsi Jateng. Sedangkan yang diharapkan dari komisi A DPRD Provinsi Jateng.
Aksi di jalan pahlawan ini hanya berlangsung sesaat, berakhir tidak sampai pukul 18.00.
Kekecewaan tersebut, peserta aksi demo membubarkan diri kembali ke Kampus Undip Pleburan sambil berteriak berjanji akan kembali menggelar aksi kemudian hari.
Diberitakan sebelumnya, informasi yang beredar, peserta aksi demo akan diikuti dengan kisaran jumlah massa kurang lebih 800 orang mahasiswa. Lokasi aksi, di Kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Tuntutan aksi, mendesak MK untuk mengabulkan perkara 157/PUU-XXIII/2025. TARIK militer dari jabatan sipil dan ruang sipil. Turunkan Prabowo Gibran. Usut tuntas pelaku penyiraman Andrie Yunus beserta aktor di belakang nya.
Kemudian, Reformasi kewenangan peradilan militer. Copot panglima TNI. Hentikan represi militer terhadap sipil. Menuntut permohonan maaf oleh Presiden dan Panglima TNI.
Sebelum turun ke lokasi, peserta aksi berkumpul di Kampus masing-masing, pukul 11.00. Kemudian, menuju titik kumpul dengan peserta aksi lainnya di Kantor Pos Johar, pukul 12.00.
Selanjutnya, melaksanakan konvoi bersama pukul 13.00. Rute konvoi ini, Kantor Pos Johar- melintasi Kodim 0733/Balaikota Semarang - Simpang Lima - titik akhir Undip Pleburan kota Semarang, dan berjalan kaki menuju lokasi aksi di Kantor Gubernur Jateng.
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menyampaikan, pihak kepolisian telah berkomunikasi dengan Korlap dengan maksud supaya pelaksana kegiatan aksi demo berjalan tertib aman dan lancar. Serta tidak menggangu aktivitas masyarakat lainnya terutama pengguna jalan raya.
"Kedua, kita menyiapkan personil untuk melakukan pelayanan terhadap demo ini. Supaya mereka terayomi dan tidak menimbulkan situasi yang tidak diinginkan," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (8/4/2026).
Personel yang dilibatkan dalam pengamanan aksi demo tersebut dilakukan oleh Polrestabes Semarang. Kemudian, Polda Jateng mengirimkan personil untuk melakukan backup.
"Kekuatan personel polisi yang dilibatkan 1.408 personel baik dari Polrestabes Semarang dan BKO Polda Jateng," bebernya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi