RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga pemukiman di Jalan Peterongan Tengah, Semarang Selatan digegerkan adanya temuan bayi di teras rumah warga, Minggu (5/4/2026) pukul 06.30. Diduga bayi tersebut sengaja dibuang orang tuanya.
Bayi tersebut kali pertama ditemukan oleh emak-emak pemilik rumah tersebut, Rochanah Nur Suwanti, isteri Arifin.
Bayi tersebut tergeletak menangis di teras rumah yang setiap harinya digunakan untuk mencuci perabotan dapur rumah tangga.
Baca Juga: PSIS Tumbang di Kandang saat Jamu Barito Putera
Perempuan yang akrab disapa Nur, mengaku awalnya mendengar suara tangisan bayi di sekitaran luar rumah.
Kala itu, Nur sedang berada di dalam rumah dan beraktivitas pagi seperti biasanya, pukul 06.00.
"Ketika pagi itu saya sempat dengar suara bayi nangis disekitaran luar rumah. Saya kira bayi tetangga. Terus lama-lama, ada suara nangis lagi, kok sepertinya di depan rumah saya," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (5/4/2026).
Merasa penasaran, Nur beranjak dan melangkah membuka pintu. Nur pun mencari sumber suara tangisan yang ada di sekitaran depan rumah, namun tidak menemukan.
Sesaat kemudian, Nur terkejut kembali mendengar suara yang berada di sebelah kanan samping pintu depan rumah.
"Pas saya buka pintu lho kok gak ada di depan rumah, saya nengok ke kanan ternyata bayi digelarkan disitu, (tempat cucian), dibaluti selimut selendang warna biru motif batik,," bebernya.
"Terus anak saya keluar, saya bilang jangan pegang dulu. Ya khawatir aja, antisipasi kalau ada yang enggak-enggak, takutnya kalau bayi culikan atau gimana," jelasnya.
Baca Juga: Kalender April 2026 Terbaru, Rangkaian Libur Panjang yang Sayang Kalau Dilewatkan
Menurutnya, bayi tersebut laki-laki masih hidup dan berusia sekitaran enam bulan. Namun, belum bisa berkomunikasi layaknya anak kecil.
"Kondisi bayi putih, sehat, lemu. Ya mungkin sengaja dibuang diletakkan disitu. Tapi kok ya tegel yang buang. Mending diserahkan ke panti asuhan atau diberikan ke orang. Tadi juga yang pengen adopsi juga banyak," ujarnya.
Selanjutnya, temuan ini langsung diberitahukan kepada tetangganya dan dilaporkan ke pihak RW setempat, diteruskan ke Babinsa dan Polsek Semarang Selatan dan Puskesmas Setempat.
Setelah itu, pihak-pihak terkait berkoordinasi dengan Dinas sosial Kota Semarang guna penanganan lebih lanjut.
"Tadi sempat dibersihkan dulu disini, terus dibawa Pak RW, Mujiono, diserahkan ke Babinsa dan dibawa Dinsos," katanya.
Sementara, perempuan anak dari Nur yang enggan disebutkan namanya menyampaikan juga sempat mendengar suara tangisan bayi di luar rumah sekitar pukul 05.00.
Namun, juga menduga bayi tersebut anak dari ibu-ibu tetangga sebelah rumah.
"Mikir saya juga gitu, mungkin anak sebelah, kan juga punya bayi. Ternyata bayi dibuang," katanya.
Perempuan ini juga menduga, bayi tersebut juga diduga sengaja dibuang orangtuanya. Informasi yang diperolehnya, ada hal mencurigakan yang terekam kamera cctv dilingkungan sekitar terkait temuan ini.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia Pertandingan Minggu 14 Juni 2026
"Terekam kamera cctv, dari arah selatan jalan kaki sendirian gending bayi. Orangnya perempuan pakai rok hitam kayak daster, tubuhnya agak kurus, tapi wajahnya gak kelihatan jelas, soale pakai masker," bebernya.
Menurutnya juga, ada warga yang juga sempat melihat perempuan tak dikenal yang dimaksud mondar mandir disekitaran depan rumah ibunya. Bahkan, sempat masuk gang kecil depan rumah Nur.
"Itu sempat masuk lengkong (gang) tapi buntu. Terus setelah itu keluar. Ya mungkin orangnya mantau juga, terus pergi," katanya.
Belum terungkap siapa perempuan pelaku pembuang bayi tersebut. Saat ini juga masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi