RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) meluluskan 841 mahasiswa dalam wisuda ke-48 yang berlangsung di GKB II, Selasa (1/4). Momen ini terasa hangat karena berlangsung usai Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan wajah sumringah para lulusan dan keluarga yang memenuhi lokasi acara.
Rektor Unimus Prof Masrukhi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda tersebut. Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap Unimus terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, peningkatan minat masyarakat itu direspons dengan membuka program studi baru yang mengikuti perkembangan zaman. Tahun ini, Unimus menghadirkan 10 prodi baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri modern.
Baca Juga: Unimus Sambut Baik Program Magang Nasional, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Kerja
“Alhamdulillah animo masyarakat kepada Unimus terus terjadi peningkatan setiap tahun dan di tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Semarang membuka 10 program studi baru," kata Prof Masrukhi.
Prodi baru tersebut mencakup bidang kekinian seperti cyber security, artificial intelligence, desain komunikasi visual, hingga pendidikan dokter spesialis (PPDS). Selain itu, penguatan juga dilakukan di jenjang pascasarjana, seperti S2 informatika dan S2 manajemen.
Seiring bertambahnya program studi, Unimus menargetkan penerimaan mahasiswa menjadi 5.000 orang pada 2026. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 4.370 mahasiswa. Karena itu dengan bertambahnya prodi, untuk menjaga kualitas, kampus juga telah merekrut puluhan dosen baru.
Baca Juga: 12 PKM Unimus Lolos ke Pimnas
“Karena sudah tentu Unimus akan selalu menerapkan standar pendidikan tinggi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” akunya.
Prof Masrukhi pun berpesan agar ilmu yang diperoleh bisa langsung diaplikasikan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran lulusan dalam pengabdian kepada bangsa dan kemanusiaan.
"Saya harapkan wisudawan sudah siap untuk terjun berada di tengah-tengah masyarakat, mengabdikan diri kepada kemanusiaan, kepada bangsa, dan negaranya," ungkapnya.
Pihaknya pun mengungkapkan lulusan Unimus telah banyak berkiprah hingga ke luar negeri. Hal ini menjadi bukti daya saing lulusan yang kian meningkat.
"Kebetulan kalau lulusan Universitas Muhammadiyah Semarang ini mengabdi tidak hanya di Indonesia tapi juga banyak yang bekerja di luar negeri. Kemarin saya di Makkah, di Madinah, di Jeddah juga ada lulusan dari Unimus yang bekerja di sana. Jadi di Jepang, di Amerika, di Jerman juga,” imbuhnya.
Dari sisi serapan kerja, lulusan Unimus disebut memiliki masa tunggu yang relatif singkat. Bahkan, sebagian besar sudah terserap dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Baca Juga: 12 PKM Unimus Lolos ke Pimnas
"Kalau masa tunggu (kerja) saya kira kurang dari tiga bulan, mereka terserap industri, lalu juga saat ini saya tidak melihat ada lulusan Unimus yang nganggur, ya mungkin itu ada, tapi kemungkinan kecil sekali," tandasnya.
Pada wisuda ke-48 kali ini, lima wisudawan terbaik turut diumumkan di sesi pertama. Mereka yakni Dwi Agustina Setyawati (S2 Ilmu Laboratorium Klinis, IPK 3,98), Nur Kasan (S2 Keperawatan, IPK 3,93), Laelita Widyaningrum (S1 Kesehatan Masyarakat, IPK 3,86), Irfan Noor Rahmat (S1 Kedokteran Gigi, IPK 3,83), serta Cut Imanda Niya Taqwa Alifa (S1 Ilmu Keperawatan, IPK 3,92). (kap)
Editor : Tasropi