RADARSEMARANG.ID, Semarang - Insiden temuan tikus hidup yang menghebohkan siswa SMKN 8 Semarang, Selasa (31/3/2026) mendapat respon dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Tim Percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah Hanung Triyono menyatakan, tentang penemuan tikus itu, dirinya telah menerima laporan dari SPPG Mugasari.
Baca Juga: SMKN 8 Semarang Akui Temukan Tikus di Ompreng MBG, Ini Penjelasan Sekolah
Ia menegaskan temuan tikus itu bukan di dalam ompreng, melainkan di dalam box.
"Komplain yang masuk ke Asisten Lapangan kami bukan penemuan tikus di ompreng melainkan di dalam box," tegasnya sebagaimana laporan SPPG, Rabu (1/4/2026).
Atas itu, lanjutnya, SPPG segera menindaklanjuti dengan menarik paket MBG 1 box kontainer berisi 35 pax ompreng.
Tak hanya itu, mereka juga menggantinya dengan yang baru.
"Komplain sudah ditindaklanjuti dengan menarik paket MBG 1 box kontainer berisi 35 pax ompreng dan menggantinya dengan yang baru," jelasnya.
Baca Juga: Heboh! Ada Tikus Diduga Dalam Box MBG di SMKN 8 Semarang
Hanung sebagaimana laporan menduga, penemuan tikus hidup kecil kemungkinan atau dapat dikatakan mustahil apabila didalam ompreng. Dikarenakan ompreng langsung ditutup dan ditali.
Analisisnya, kemungkinan tikus masuk di dalam box terdapat pada loading di sekolahan.
Pasalnya, tempat loading berada di luar ruangan. Serta ada ada jeda antara loading dan pendistribusian ke murid dengan waktu sekitar satu jam.
"Kemungkinan ini diperkuat dengan pernyataan dari driver dan co driver kami, karena selama proses pengiriman box diangkat satu per satu dan tidak terlihat adanya gerakan didalam box," urainya menjelaskan laporan dari SPPG.
Dirinya juga menjabarkan alur distribusi MBG ke sekolah-sekolah.
Sebelum diporsi, ompreng diambil dari tempat penyimpanan yang steril dan tertutup pintu rapat.
Pemorsian dilaksanakan sesuai juru teknis (juknis) dengan menggunakan APD lengkap. Ompreng ditutup satu per satu dan disusun sebanyak tujuh ompreng sebelum dimasukan ke dalam box. Dalam satu box berisi 35 ompreng MBG.
Baca Juga: Kenapa TPG Belum Cair Padahal SKTP Sudah Terbit? Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Diketahui Guru
Kondisi ruang pemorsian juga streril, tertutup rapat dengan tiga pintu masuk yang selalu tertutup. Terdapat satu pendingin ruangan 2 PK.
Untuk ruang loading barang terdapat persis berada di dekat pintu luar steril dengan 2 pintu tertutup rapat.
"semua ruangan tertutup maupun tidak sudah dilengkapi dengan jebakan tikus dan pengusir serangga, dikarenakan kita sudah bekerja sama dengan pets kontrol yaitu "eco care"," tandasnya.
Sedangkan, ketika pendistribusian ompreng di SMKN 8 berada di luar ruangan depan ruang guru, terdapat sedikit taman dan tanaman didalam pot.
Agar tak terulang, pihak SPPG sudah menghimbau untuk loading barang di sekolah harus diatas meja.
Tetapi belum dapat direalisasikan dengan alasan jumlah meja tidak cukup dikarenakan jumlah box terlalu banyak yaitu sejumlah 1.380 penerima manfaat (39 box kontainer).
Tindak lanjut lainnya, SPPG bersedia koordinasi dan meninjau CCTV untuk mengecek kebenaran. Ke depan, ia mengimbau untuk mengamati pola pengambilan dan distribusi siswa di sekolah. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi