RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kejaksaan Negeri Kota Semarang bersama Pemerintah setempat menggelar lomba Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).
Lomba ini dalam rangka menyambut Hari Desa Nasional 2026 dengan tema "Desa Tertib, Transparan, dan Akuntabel dalam Pengelolaan Keuangan yang Baik".
Sebanyak 177 kelurahan di Kota Lumpia ini ikut andil. Mereka beradu pada kategori Tertib Pengelolaan Keuangan Desa, Kepatuhan Entri Aplikasi Jaga Desa dan Lomba Film Pendek Jaksa Garda Desa.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto menyatakan, adanya lomba ini guna meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengelolaan keuangan, serta memperkuat budaya transparansi kepada masyarakat.
"Kami menghadirkan solusi bagi pemerintah kelurahan dengan pendampingan dari Tata Pemerintahan (Tapem) , Inspektorat dan Diskominfo sehingga pengelolaan dan pelaporan penggunaan keuangan bisa tertib administrasi dan menghindarkan dari perbuatan melawan hukum," kata dia di Balaikota Semarang, Rabu (18/2/2026).
Lebih lanjut Kajari menyatakan, program Jaga Desa pada dasarnya bertujuan membantu Pemkot Semarang, khususnya kelurahan, agar lebih tertib dalam administrasi dan pengelolaan keuangan.
“Program ini sebenarnya kita ingin membantu Pemerintah Kota Semarang, khususnya kelurahan-kelurahan dalam hal tertib administrasi maupun tertib keuangan,” ujarnya.
Kajari Andhie menyebut pendampingan dilakukan secara terpadu dan di bantu pemkot. Dari segi keuangan, kelurahan didukung oleh Inspektorat.
Sedangkan tata pemerintahan dan administrasi dibantu bagian pemerintahan di yang dikoordinasikan Sekretaris Daerah.
“Nanti dalam pelaksanaannya teman-teman di kelurahan tidak terganggu secara pelaporan dengan keterbatasan personel maupun waktu dan dapat memaksimalkan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Pemerintah Kota Semarang,” pungkasnya.
Dirinya berharap melalui program Jaga Desa ini diharapkan tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan semakin transparan, akuntabel, dan profesional, sekaligus memperkuat sinergi antara Pemkot Semarang dan Kejaksaan dalam mendorong pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi inisiasi program Lomba Jaga Desa ini.
Ia menilai program tersebut dinilai mampu memperkuat tertib administrasi dan pengelolaan keuangan di tingkat kelurahan.
Menurutnya, kehadiran lomba Jaga Desa turut menjadi panduan bagi para lurah dalam meningkatkan kualitas pelaporan dan penggunaan anggaran secara lebih akuntabel.
“Desa atau kelurahan ini luar biasa ya, membantu teman-teman lurah untuk bisa melakukan proses pelaporan dan penggunaan dana administratif secara lebih baik. Karena ada lomba sehingga prosesnya itu didampingi oleh teman-teman dari kejaksaan,” ujar Agustina.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang yang telah menginisiasi program tersebut.
Agustina menyebut pendampingan dari aparat penegak hukum menjadi langkah preventif untuk meminimalisasi potensi kesalahan administrasi.
“Tahun depan akan ditambah slotnya menjadi dua kali di setiap semester, sehingga kemungkinan teman-teman lurah melakukan kesalahan itu menjadi lebih kecil,” tegasnya. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi