Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Luapan Sungai Plumbon Semarang Rendam Kelurahan Wonosari, Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur dan Dirikan Dapur Umum

Figur Ronggo Wassalim • Jumat, 16 Januari 2026 | 15:36 WIB

 

Dapur umum pascabanjir di Wonosari, Jumat (16/1) pagi.
Dapur umum pascabanjir di Wonosari, Jumat (16/1) pagi.

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Luapan Sungai Plumbon merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kamis (15/1) malam.

Hujan dengan intensitas tinggi membuat debit sungai meningkat drastis hingga melimpas ke permukiman di sepanjang bantaran sungai.

 Baca Juga: Jembatan Penghubung Roboh, Akses Warga RW 7 Mangkang Wetan Semarang Putus Total

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (16/1) pagi, warga di RW 3 Wonosari bergotong royong membersihkan lumpur sisa banjir.

Beberapa gang dan akses jalan sempat tertutup endapan lumpur tebal.

Dengan sekop, sapu, dan ember, warga bahu-membahu membersihkan jalan, jembatan, selokan, hingga rumah-rumah yang tergenang.

Ketua RT 8 RW 3 Wonosari, Nurrohmat, mengatakan air meluap dengan cepat pada Kamis malam.

“Air masuk ke wilayah kami dengan ketinggian kurang lebih dua meter. Akses jalan tertutup dan air masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Kerja bakti membersihkan lumpur di Wonosari, Ngaliyan, Jumat (16/1) pagi.
Kerja bakti membersihkan lumpur di Wonosari, Ngaliyan, Jumat (16/1) pagi.

Di wilayah lain, solidaritas warga juga terlihat dari berdirinya dapur umum swadaya sejak Jumat pagi.

Dapur umum itu digagas warga yang wilayahnya tidak terdampak banjir untuk membantu tetangga yang rumahnya terendam.

Ketua RT 9 RW 2, Suharno, menuturkan hujan deras berlangsung sekitar dua hingga tiga jam. Luapan Sungai Plumbon mengepung permukiman dari berbagai arah.

Di wilayahnya saja, sekitar 300 rumah terdampak banjir.

“Air datang dari selatan dan barat. Kedalamannya bervariasi, ada yang selutut, betis, sampai sedada, bahkan ada yang hampir dua meter,” jelasnya.

Lurah Wonosari, Dimas Nova Sancoyo, menjelaskan banjir terjadi akibat luapan Sungai Plumbon yang melimpas ke permukiman di RW 1, RW 2, dan RW 3.

“Daerah yang berada di pinggir sungai semuanya terlimpasi air. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Menurut Dimas, banjir berdampak cukup luas. Di RW 2, hampir 13 RT terdampak. Sementara di RW 1 terjadi di RT 2 dan RT 7, serta di RW 3 meliputi RT 6, RT 7, dan RT 8.

“Kalau rumah yang tergenang kira-kira mencapai 700-an rumah. Air memang cepat surut, sekitar pukul 03.45 hingga subuh sudah surut,” katanya.

Saat kejadian, tim gabungan dari Basarnas, PMI, Polsek Ngaliyan, dan Koramil Ngaliyan turun membantu evakuasi warga.

Namun, karena banjir cepat surut, warga sementara ditempatkan di rumah-rumah terdekat yang posisinya lebih tinggi.

 Baca Juga: Sungai Plumbon Semarang Meluap, Tiga Kelurahan Terendam, Warga Sempat Diungsikan

Pasca banjir, fokus penanganan diarahkan pada pembersihan fasilitas umum dan sosial.

“Yang dibersihkan antara lain TK, SD, mushola, sport center, serta jalan-jalan lingkungan. Untuk jalan, kami sudah minta bantuan Damkar, Disperkim, dan DLH untuk pengangkutan sampah,” terangnya.

Selain banjir, dua titik longsor juga terjadi di wilayah Wonosari, masing-masing di RT 4 RW 6 dan RT 5 RW 7 Dondong yang berbatasan dengan Sungai Bringin. “Alhamdulillah juga tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

Pemerintah kelurahan bersama dinas terkait turut membuka dapur umum dan layanan pengobatan bagi warga terdampak.

“Dapur umum sudah berjalan sejak tadi malam dan hari ini masih kami siapkan. Target pembersihan utama hari ini, paling lambat besok kerja bakti fasilitas umum,” tandasnya.

Di tengah lumpur dan sisa genangan, semangat gotong royong warga Wonosari menjadi penopang utama pemulihan.

Mereka membersihkan kampung bersama, memastikan dapur tetap mengepul, dan perlahan menata kembali kehidupan pascabanjir. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #Wonosari #sungai Plumbon #kecamatan ngaliyan