Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sungai Plumbon Semarang Meluap, Tiga Kelurahan Terendam, Warga Sempat Diungsikan

Adennyar Wicaksono • Jumat, 16 Januari 2026 | 02:53 WIB
Limpasan air Sungai Plumbon, membuat kawasan Mangunharjo, dan Mangkang Kulon terendam air. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)
Limpasan air Sungai Plumbon, membuat kawasan Mangunharjo, dan Mangkang Kulon terendam air. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga Kelurahan yakni Mangkang Kulon, Mangunharjo Kecamatan Tugu, dan Wonosari Ngaliyan terendam banjir karena meluap dan jebolnya tanggul Sungai Plumbon, Kamis (15/1) malam.

Ratusan rumah saat ini masih terendam banjir, bahkan warga di Kelurahan Wonosari Ngaliyan harus diungsikan ke rumah warga yang lebih tinggi karena air tinggi air banjir.

Lurah Wonosari, Dinas Sancoyo menjelaskan jika banjir terjadi di RW 2 hampir semua RT lantaran limpasan Sungai Plumbon.

Menurut informasi yang dihimpun selain di RW 2, banjir juga terjadi di RW 3, serta RW 7 Jalan Kuda. 

Ketinggian air di wilayah yang dikenal dengan Perumnas Mangkang ini, menurut informasi yang ada mencapai satu meter.

"Hampir di semua RW 2 yakni RT 1 sampai 13 kecuali di RT 8 dan 9 terendam. Ketinggian air sepinggang orang dewasa," kata Dimas kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dimas menerangkan, akibat tingginya banjir ada 10 lansia dan balita yang dievakuasi dan dipindahkan kerumah warga yang lebih tinggi.

Warga harus menggendong lansia, karena air banjir datang cukup cepat.

"Ada 10 tadi yang di evakuasi, saat ini warga masih waspada karena debit air Sungai Plumbon masih tinggi," ujarnya.

Sementara itu, di Kecamatan Tugu, banjir merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Kulon.

Selain limpasan air yang meluber ke bibir tanggul, juga ada beberapa tanggul yang jebol.

Data yang dihimpun sementara, tanggul Sungai Plumbon kembali jebol di dua titik, yakni di RT 4 RW 4 Kelurahan Mangunharjo, dan RT 2 RW 3 Kelurahan Mangkang Kulon.

Selain itu ada beberapa titik tanggul yang rembes, ataupun limpas sehingga air cepat masuk ke permukiman warga sekitar dari sekitar pukul 18.00 dan terus meningkat sekitar pukul 21.00.

"Sekitar jam 20.00 malam air mulai masuk rumah, apalagi rumah saya dekat sungai. Ini limpasan air sungai, tapi banjir kali ini yang cukup parah," ujar Novianti, Warga RT 5 RW 4, Kelurahan Mangunharjo.

Novianti mengaku, air dalam rumahnya sekitar 50 centimeter, sementara di luar rumah lebih hingga hampir sepinggang orang dewasa.

"Harapannya tentu normalisasi, karena sudah beberapa kali ini warga kebanjiran," keluhnya.

Lurah Mangunharjo, Siti Komariyah mejelaskan banjir yang terparah di wilayahnya terjadi di RW 4. Bahkan bisa dibilang wilayah ini sempat terisolir karena berada tak jauh dari bibir Sungai Plumbon.

"Hampir semua RT terdampak, ada pula beberapa tanggul yang jebol. Kemarin Desember warga kebanjiran dua kali, Januari ini kebanjiran lagi," ujarnya.

Dia mejelaskan, saat ini warga masih waspada banjir lantaran curah hujan yang tinggi.

Rencana bakal dilakukan penanganan sementara untuk tanggul yang jebol setelah air surut, selain itu juga ada rencana pendirian dapur umum bagi warga yang terdampak.

 "Saat ini debit air masih tinggi, warga masih waspada. Jumat (16/1), nanti kita dirikan dapur umum," pungkasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, saat ini air mulai berangsur surut sekitar pukul 02.00, Jumat (16/1).

Warga pun langsung melakukan pembersihan lumpur yang ada dirumah mereka. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #BANJIR #pantura #sungai Plumbon