Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peringati Isra’ Mi’raj, Sholawatan Bersama Gus Ali Menggema di Balik Jeruji Besi Lapas Semarang

Ida Fadilah • Kamis, 15 Januari 2026 | 18:52 WIB

 

 

Lapas Semarang peringati Isra
Lapas Semarang peringati Isra

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lantunan sholawat menggema dari balik tembok Lapas Kelas I Semarang.

Menyambut Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H, lembaga pemasyarakatan tersebut menggelar pengajian bertajuk “Bangkit Dari Kesalahan, Naik Menuju Ampunan”.

Suasana religius terasa kental sejak awal kegiatan, seolah menghadirkan ruang perenungan bagi para warga binaan untuk menata ulang perjalanan hidup mereka.

Pengajian itu menghadirkan Pimpinan Majelis Mafia Sholawat, Gus Ali Gondrong, yang memimpin sholawatan bersama ratusan warga binaan.

Iringan hadroh dari Semut Ireng atau grup hadroh Majelis Mafia Sholawat.

Hadroh berpadu dengan Albadas, hadroh kebanggaan Lapas Semarang. Ritme rebana yang menghentak perlahan mengalun syahdu, ditambah penampilan tarian sufi yang dibawakan Majelis Mafia Sholawat, menambah kekhusyukan sekaligus menjadi hiburan rohani di tengah rutinitas lapas.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Isra oleh salah satu warga binaan.

Ayat-ayat suci tersebut menjadi pengantar refleksi sebelum acara berlanjut pada penyerahan hadiah lomba pembinaan.

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Semarang, Donny Setiawan, menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat pembinaan warga binaan.

Mewakili Kepala Lapas, Donny Setiawan kemudian menyampaikan sambutan yang sarat pesan penguatan.

Ia menekankan bahwa setiap kesulitan selalu menyimpan harapan dan jalan keluar bagi mereka yang mau berbenah.

“Bagi saudara warga binaan, keberadaan saudara di tempat ini bukanlah akhir dari segalanya. Lapas adalah tempat pembinaan, tempat memperbaiki diri dan tempat menata kembali kehidupan agar menjadi lebih baik di masa depan,” ucap Donny pada Kamis, (15/1/2026).

Momentum Isra’ Mi’raj semakin bermakna saat Gus Ali Gondrong menyampaikan tausiyah.

Dalam ceramahnya, ia mengisahkan perjalanan awal berdirinya Majelis Mafia Sholawat, yang lahir dari niat merangkul dan menumbuhkan harapan bagi mereka yang kerap dipandang sebelah mata.

Cerita tersebut disampaikan sebagai motivasi agar warga binaan tidak larut dalam penyesalan, melainkan bangkit dan memperbaiki diri.

“Tata hatimu, belum tentu yang jelek menurut manusia, jelek juga menurut Allah. Saudara saat ini dipondokkan oleh Allah di pesantren At Taubah Lapas Semarang, mungkin ini yang terbaik meskipun tidak ada yang meminta, pasti ada hikmah yang bisa diambil,” ucap Gus Ali.

Di balik jeruji besi, pengajian dan sholawatan itu menjadi ruang jeda tempat warga binaan menata hati, meresapi makna perjalanan Isra’ Mi’raj, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap kesalahan selalu menyisakan jalan menuju ampunan dan perubahan. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Lembaga Pemasyarakatan #Isra Mi'raj