RADARSEMARANG.ID, Semarang – Perbaikan Jalan Kaligawe Raya saat moment libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai kurang tepat. Sebab, aktivitas pengaspalan membuat arus lalu lintas (lalin) kendaraan makin tersendat.
Selama ini jalur tersebut memang rawan kemacetan. Apalagi ditambah moment liburan. Volume kendaraan meningkat.
Pantauan di lapangan Jumat (26/12), sejumlah petugas melakukan penambalan jalan yang berlubang menggunakan alat berat. Arus lalin kendaraan dari arah Demak menuju Semarang padat merayap.
Titik jalan yang rusak terpantau di sepanjang jalan mulai dari pertigaan Terboyo hingga mengarah barat sebelum belokan menuju puntu tol. Kondisi serupa juga terjadi di jalur sebaliknya, dari arah barat ke timur.
"Dalane didandani, dalane macet (jalannya diperbaiki, jalannya macet)" keluh Tarno, seorang pengendara.
Proses perbaikan dilakukan dengan sistem tambal sulam. Sedikitnya ada 10 pekerja di lapangan melakukan perbaikan. Titik penambalan di tengah jalan membuat arus lalin tersendat.
“Nggarap dalan ko yo pas moment liburan ngene. Marai tambah macet to yo,” kata Agus, 46, warga Sayung yang bekerja di Semarang.
Seperti diketahui, kerusakan Jalan Kaligawe akibat tergenang banjir pada Oktober-November lalu. Ditambah, intensitas kendaraan berat yang melintas jalur pantura tersebut. Kondisi tersebut tentu membuat tidak nyaman pengguna jalan.
"Saya naik bus dari depan Terboyo situ turun bawah jembatan tol Kaligawe, itu terasa jalannya (bus) goyang goyang. Kalau kendaraan besar atau bus besar pas lewat kan kelihatan," kata Tanto, 45, warga Sayung.
Meski mendukung perbaikan, namun ia menyayangkan aktivitas perbaikan dilakukan saat moment liburan. Hal itu menimbulkan kemacetan arus lalin, utamanya dari arah timur ke barat atau Genuk menuju Jembatan Tol Kaligawe.
"Dalane dadi tambah macet, apalagi ini pas wayah mudik Natalan sama tahun baru. Kudune yo ndandanine pas sebelum-sebelumnya, pas lalu lintas rodo iseh sepi," ujarnya.
Ia juga berharap perbaikan tidak hanya dilakukan dengan sistem tambal sulam.
"Jangan hanya tambal sulam, kalau bisa ya yang bagus sekalian. Apalagi ini pas wayah musim hujan, takutnya banjir lagi dan mudah rusak lagi," harapnya. (mha/zal)
Editor : Baskoro Septiadi