Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menengok Balai RW 1 Kelurahan Pekunden Semarang, dari Jalan Buntu ke Pusat Layanan Warga

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 20 Desember 2025 | 23:40 WIB

 

Suasana Posyandu 6 SPM di Balai RW 1, Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (20/12) pagi.
Suasana Posyandu 6 SPM di Balai RW 1, Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (20/12) pagi.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Siapa sangka, sebuah jalan buntu di Jalan Pekunden Barat kini menjelma menjadi pusat denyut warga. Bukan sekadar bangunan, Balai RW 1 Kelurahan Pekunden, Semarang Tengah, tumbuh dari swadaya masyarakat, menjadi ruang temu, ruang layanan, sekaligus ruang harapan.

Sabtu (20/12) pagi, Balai RW itu diresmikan oleh Lurah Pekunden Bagas Yuwono Ario Negoro. Bagas menyebut balai RW ini sebagai inisiatif murni warga RW 1. 

“Alhamdulillah, Balai RW 1 ini diinisiasi Pak RW sendiri. Ke depan, di sini akan ada Posyandu 6 SPM, juga Kantibmas. Warga bisa melapor apa pun di sini,” ujarnya.

 Baca Juga: Jadwal Doa Malam 1 Rajab 2025: Amalan Sunnah, Puasa, Niat, Keistimewaan dan Keutamaan Puasa Rajab 1447 H Sekaligus Puasa Qadha Ramadan

Balai RW ini tak hanya berdiri sebagai bangunan administratif. Pelatarannya disiapkan untuk urban farming, sementara di dalamnya dirancang menjadi sentra aktivitas warga. 

Bahkan, Pekunden tengah menyiapkan identitas baru, seperti kampung oleh-oleh. Wingko, lumpia, bandeng, hingga jajanan khas lainnya direncanakan hadir.

“Kita tidak hanya mengandalkan Pandanaran. Pekunden juga punya kampung oleh-oleh sendiri,” kata Bagas.

Namun di balik geliat ekonomi itu, Balai RW 1 sejatinya adalah jantung Kampung Pancasila. Di sinilah Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) akan beroperasi. 

Posyandu yang dulu identik dengan balita, kini bertransformasi menjadi layanan terpadu lintas usia dan lintas bidang. 

 Baca Juga: Seleksi CAT PPPK BGN 2025 Tidak Pakai Passing Grade Tapi Diganti Ini

Bagas menjelaskan, Posyandu 6 SPM merupakan pengembangan dari Integrasi Layanan Pos (ILP), menyesuaikan regulasi baru Kementerian Dalam Negeri. Enam bidang dilayani, yakni pendidikan, kesehatan, permukiman, ketertiban, keamanan, serta pemberdayaan masyarakat. 

“Bukan hanya kesehatan. Permukiman seperti RTLH bisa dimonitor, ketertiban lewat CCTV, semuanya terpantau di Posyandu 6 SPM,” jelasnya.

Bagas menyebut, yang membuat Balai RW 1 Pekunden istimewa bukan hanya fungsinya yang lengkap, tetapi proses kelahirannya.

Dari jalan buntu yang nyaris tak dilirik, warga bergotong royong membangunnya hingga berdiri kokoh seperti sekarang.

Di Pekunden Barat, sebuah balai RW membuktikan bahwa perubahan tak selalu datang dari proyek besar.

Kadang, ia lahir dari swadaya, kebersamaan, dan keyakinan bahwa kampung pun bisa menjadi pusat layanan, budaya, dan ekonomi. Selama warganya mau bergerak bersama.

Pelayanan kesehatan menjadi salah satu magnet warga. Dari balita hingga lansia, semua dilayani. 

 Baca Juga: Haul Guru Sekumpul 2025 yang Kedua Berdampak Naiknya Volume Kendaraan di Tol IKN

Penimbangan berat dan tinggi badan, pengukuran tensi, hingga cek asam urat dan kolesterol tersedia. Puskesmas setempat, dibantu jejaring rumah sakit sekitar, ikut mendukung layanan rutin ini.

Kamini, warga RT 2 RW 1 yang telah berusia 84 tahun, menjadi salah satu lansia yang merasakan langsung manfaatnya. Dengan logat Jawa halus, ia menceritakan pemeriksaan yang baru saja dijalaninya. 

“Tensi nggih, terus ditimbang,” ucapnya sambil tersenyum. Saat ditanya kondisinya, Kamini menjawab singkat namun melegakan, “Normal. Normal.”

Lansia yang datang ditemani cucunya itu mengaku senang karena pemeriksaan kesehatan kini bisa dilakukan dekat rumah. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#Ruang Temu #Pekunden #Semarang Tengah #swadaya masyarakat