RADARSEMARANG.ID, Semarang – Guna memastikan capaian reformasi birokrasi tersampaikan secara utuh dan membangun citra positif instansi, seluruh pegawai muda Bea Cukai Semarang mengikuti pelatihan jurnalistik di Aula Lantai 4, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A (KPPBC TMP A) Semarang Mochamad Syuhadak.
Mochamad Syuhadak menegaskan bahwa kinerja positif instansi harus diimbangi strategi komunikasi yang handal.
"Publikasi yang tepat sasaran sangat krusial agar masyarakat memahami fakta reformasi yang telah berjalan lama, sekaligus menepis stigma negatif yang tidak relevan," ujarnya.
Redaktur Senior Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto sebagai narasumber utama mengingatkan pentingnya selektivitas isu.
"Tidak semua kejadian bisa menjadi berita. Hanya sesuatu yang unik dan memiliki nilai tambah yang layak diolah menjadi bahan tulisan bagi publik," tegas Arif.
Lebih lanjut Arif membedah teknik penulisan yang efektif. Menurutnya, gaya bahasa jurnalistik memiliki karakter khas yang berbeda dengan laporan birokrasi.
"Penulisan berita harus sederhana, jelas, dan hemat kata. Selain itu, narasinya wajib lincah, dinamis, serta logis agar mudah dipahami pembaca," paparnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal pengetahuan krusial bagi pegawai untuk lebih produktif menulis berita positif.
Hal ini menjadi langkah strategis untuk menutup isu negatif di tengah sorotan publik terhadap Bea Cukai saat ini, khususnya melalui pemanfaatan media sosial dan pengemasan konten yang jauh lebih menarik dan kekinian. (ahmad afdal/aro)
Editor : H. Arif Riyanto