RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kasus temuan bayi yang diduga dibuang orangtuanya kembali terjadi di Kota Semarang. Kejadian terbaru, berada di wilayah Kecamatan Gunungpati.
Temuan ini, berada di teras rumah milik Dwi Ristiyanto, berlokasi di Nongkosawit, Gunungpati, Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 04.45.
Bayi yang ditemukan tersebut jenis kelamin perempuan, berada di dalam kardus. Diduga sengaja dibuang oleh orangtuanya.
Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo membenarkan adanya penemuan ini. Pihaknya juga menyampaikan, bayi tersebut diduga baru lahir.
"Bayinya perempuan, baru lahir masih ada Ari-ari. Berat badan 2,5 kilogram, panjang 49 sentimeter. Kondisinya sehat," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (8/12/2025).
Temuan ini bermula saat saksi, Dwi Ristiyanto keluar rumah dengan niat mau jalan-jalan pagi, sekitar pukul 04.45. sesaat membuka pintu rumah, melihat adanya kardus di teras rumah.
"Kemudian saksi ini menggoyangkan kardus tersebut menggunakan tersebut terdapat gerakan yang dimana mengira isinya Kucing," bebernya.
Lantaran masih penasaran, saksi memanggil istri yang ada di dalam rumah untuk membuka kardus tersebut. Alangkah terkejutnya, isi kardus tersebut ternyata bayi perempuan.
"Setelah dibuka isinya bayi. Kemudian temuan ini disampikan kepada pihak kepolisian, dan petugas puskesmas," katanya.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi dibalut kain sprei warna biru dengan motif bunga. Dalam isi kardus tersebut juga terdapat satu celana kolor panjang warna hitam corak warna-warni. Satu guling warna biru langit motif bunga, ada juga mantel plastik warna kuning.
Awal penemuan juga dilaporkan ke RT dan RW setempat, termasuk Bhabinkamtibmas. Pihak kepolisian dari Polsek Gunungpati juga mendatangi lokasi bersama Inafis Polrestabes Semarang untuk dilakukan olah TKP.
"Untuk bayi kemarin dibawa ke puskesmas, dan koordinasi dengan rumah sakit dan dinas sosial, untuk penganan lebih lanjut," jelasnya.
Kapolsek juga tidak menampik, bayi tersebut diduga sengaja dibuang orangtuanya. Terkait motifnya, pihaknya mengatakan masih dalam penyelidikan, termasuk pelakunya.
"Iya, kemungkinan (dibuang). Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tegasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi