Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Yayasan Wakaf Bina Amal Semarang Teguhkan Peran Pendidik Berbasis Budaya

H. Arif Riyanto • Kamis, 4 Desember 2025 | 00:42 WIB
Yayasan Wakaf Bina Amal menggelar Gebyar Peringatan Hari Guru di Taman Indonesia Kaya, Sabtu (29/11/2025) lalu.
Yayasan Wakaf Bina Amal menggelar Gebyar Peringatan Hari Guru di Taman Indonesia Kaya, Sabtu (29/11/2025) lalu.

RADARSEMARANG.ID, SemarangYayasan Wakaf Bina Amal menggelar Gebyar Peringatan Hari Guru di Taman Indonesia Kaya, Sabtu (29/11/2025) lalu.

Kegiatan yang mengusung tema “Berakar pada Budaya, Berkarya untuk Bangsa” ini diikuti sekitar 300 guru dan tenaga pendidik dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan SIT Bina Amal, mulai PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Acara ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Wakaf Bina Amal dalam meneguhkan komitmen lembaga terhadap dunia pendidikan, sekaligus memberikan apresiasi kepada para guru yang telah mendedikasikan diri dalam mendidik generasi bangsa.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Bina Amal Joko Widodo menegaskan, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan anak bangsa.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kekuatan moral, akhlak, dan kecintaan terhadap budaya.

“Guru adalah fondasi utama lahirnya generasi unggul. Karena itu, sudah sepatutnya kita semua memberikan dukungan penuh agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan nyaman, aman, dan bermartabat,” ujarnya.

Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal Johan Rifai menyampaikan, peringatan Hari Guru bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi atas peran besar para pendidik dalam menanamkan nilai, membangun karakter, dan menjaga jati diri bangsa melalui pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai budaya. Seluruh unit pendidikan kami libatkan dalam kegiatan ini secara serentak sebagai wujud kebersamaan dan komitmen bersama,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua LPIT Bina Amal Edy Faozaeni menyebut kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan nyata atas dedikasi dan kerja keras para guru di lingkungan SIT Bina Amal.

Ia berharap momentum ini semakin menguatkan semangat para pendidik untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami ingin semangat Hari Guru ini menjadi energi baru bagi seluruh guru untuk terus berkarya, menginspirasi, dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan dalam Gebyar Hari Guru ini diisi dengan berbagai aktivitas, antara lain jalan santai, senam bersama Tabola Bole, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penampilan seni dan budaya yang dibawakan oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Penampilan ini menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan kreativitas sekaligus kecintaan para guru terhadap nilai-nilai budaya lokal.

Selain kegiatan rekreatif dan budaya, panitia juga mengumumkan para pemenang Lomba Guru SIT Bina Amal yang telah digelar sebelumnya sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, dedikasi, dan kinerja para pendidik.

Pada kesempatan yang sama, Yayasan Wakaf Bina Amal turut menyerahkan Penghargaan Pengabdian 10 Tahun kepada sejumlah guru yang telah menunjukkan kesetiaan, komitmen, dan kontribusi panjang dalam dunia pendidikan.

Peringatan Hari Guru ini diharapkan dapat menjadi penyemangat baru bagi seluruh tenaga pendidik di lingkungan SIT Bina Amal untuk terus berkarya, membangun generasi berkarakter, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui pendidikan yang berakar pada budaya dan nilai luhur. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#joko widodo #Bina Amal Semarang #hari guru nasional #Taman Indonesia Kaya