Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Slup-Slupan Kantor Baru Radar Semarang, Bawa Semangat Baru untuk Masa Depan Lebih Cerah

Adennyar Wicaksono • Sabtu, 22 November 2025 | 12:41 WIB
Jawa Pos Radar Semarang dipimpin Direktur Baehaqi menggelar syukuran slup-slupan kantor baru di Jalan Merapi Nomor 22, Jumat (21/11). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Jawa Pos Radar Semarang dipimpin Direktur Baehaqi menggelar syukuran slup-slupan kantor baru di Jalan Merapi Nomor 22, Jumat (21/11). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

 

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Manajemen Jawa Pos Radar Semarang melakukan slup-slupan atau upacara adat Jawa dalam proses pindah dari kantor lama yang berada di Jalan Veteran No 55 ke Jalan Merapi No 22, Jumat (21/11) siang.

Diketahui kantor yang berada di Jalan Veteran ini, telah ditempati pada 23 Agustus tahun 2013 lalu.

Setelah lebih dari 12 tahun, manajemen dengan semangat baru, memutuskan pindah ke tempat baru dengan harapan lebih baik dari segi bisnis dan kesejahteraan karyawan.

“Harapannya di tempat baru ini nanti semua dimudahkan dalam segala hal dan urusan kita,” kata Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi saat doa bersama sebelum prosesi slup-slupan.

Sesampainya di Jalan Merapi No 22, para karyawan bersiap berdoa bersama. Terlihat berbagai ubo rampe selametan juga dipersiapkan. Seperti jajan pasar yang terdiri dari bika ambon, sosis solo, arem-arem, lengkap dengan tumpeng dan ingkung.

Adapula kendi berisi air, kopi hitam pahit, beras berisi telur ayam, sapu lidi, kelapa hijau dan lainnya.

Doa bersama sebelum meninggalkan kantor lama di Jalan Veteran 55. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Doa bersama sebelum meninggalkan kantor lama di Jalan Veteran 55. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

Menurut informasi yang ada, tradisi ini dilalukan turun temurun, untuk rumah baru, sebagai wujud syukur dan harapan agar penghuninya diberi kedamaian dan keselamatan.

Prosesinya meliputi menyapu dengan sapu lidi sebagai simbol membuang kotoran fisik dan non-fisik, menyiramkan air di bagian sudut rumah yang mengharapkan suasana adem.

Lalu ada menyalakan lampu minyak, untuk meminta pencerahan, dan memasang simbol seperti padi, tebu, serta kelapa, yakni simbol kehidupan yang baik dan terjamin.

Sebelum dimulai, Baehaqi mengajak karyawan mendoakan para leluhur dan membaca tahlil. Tak lupa lantunan salawat Nariyah 11 kali, salawat Asyghil, dan Al-insyirah.

Setelah prosesi selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. "Semoga menjadi keberkahan untuk para karyawan dan bermanfaat bagi masyarakat," harapnya. (den/fgr/ton)

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Jawa Pos Radar Semarang