Menteri PKP Minta Layanan di MPP Dipercepat, Begini Kata Wali Kota Semarang
Adennyar Wicaksono• Kamis, 6 November 2025 | 21:24 WIB
CEK LAYANAN MPP : Menteri PKP Maruarar Sirait, dan Mendagri Tito Karnavian, serta Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat meninjau layanan di MPP Mangkang.
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menyoroti pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Semarang yang dinilai masih perlu percepatan.
Ara sapaannya, menilai pelayanan di MPP yang letaknya ada di Terminal Mangkang ini, telah berjalan cukup baik, dia menyebut waktu penyelesaian layanan masih kalah cepat dibanding beberapa daerah lain, Rabu (5/11) malam.
"Saya kira sudah bagus ya, apalagi BPHTB dan PBB buat rakyat sudah gratis. Dan tadi saya dengar sendiri prosesnya cukup cepat, satu hari selesai,"katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Ara menilai, meskipun dinilai cukup bagus, namun perlu ada perbaikan dan percepatan. Apalagi waktu satu hari tergolong cukup lama dibandingkan daerah lain yang sudah bisa melayani dalam hitungan jam bahkan menit, misalnya di Bali, Subang, Surabaya dan Sumedang.
"Saya tadi minta Bu Wali, dipercepat lagi supaya rakyat dipermudah, nggak usah bolak-balik gitu ya. Di beberapa tempat seperti di Bali, Surabaya, Sumedang dan Subang itu bisa di bawah satu jam," jelasnya.
Percepatan ini, kata dia bukanlah efisiensi waktu, melainkan sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat. "Jadi supaya happy orangnya. Kalau bolak-balik kan mesti pakai ongkos segala macam. Mari kita permudahlah buat rakyat kita," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, juga ada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mantan Kapolri ini, memulai MPP Kota Semarang sebagai salah satu yang terbesar dan paling representatif di Indonesia.
"Ini salah satu MPP terbesar yang pernah saya lihat. Meski sekarang masih menempati area Terminal Mangkang, kondisinya sudah sangat baik," bebernya
Ia menambahkan, ke depan MPP Semarang rencananya akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih strategis di dekat Balai Kota. Dia meminta agar suasana dibuat lebih nyaman.
"Kalau pindah tidak masalah, yang penting suasananya dibuat lebih nyaman dan ramah. Masyarakat harus merasa disambut, bukan seperti datang ke tempat yang menakutkan," tuturnya.
Tito menjelaskan, MPP Semarang sudah menunjukkan kinerja yang baik dan terbukti memberikan pelayanan cepat serta bebas pungutan liar.
"Saya tahu MPP ini termasuk yang terbaik di Jawa Tengah. Kalau tidak salah juga pernah mendapat penghargaan dari Kemenpan RB. Jadi tinggal ditingkatkan kenyamanannya saja,"ujarnya.
Sementara itu, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan dua menteri saat berkunjung ke Semarang.
Agustina menegaskan bahwa Pemkot akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin mudah, cepat, dan transparan.
"Tentu kami senang, karena MPP mendapatkan pujian dari dua menteri. Kami juga rencanakan, tahun depan bisa pindah, karenamasa sewa di lokasi ini segera habis. Nanti di tempat baru, suasananya akan dibuat lebih nyaman seperti di bank, homey dan friendly," katanya.
Menurut dia, banyak masyarakat yang memanfaatkan MPP dan memberikan tanggapan positif, lantaran cepat dan tidak ada pungli.
"Disini cepat, tidak ada pungli, tidak ada preman, dan petugasnya ramah. Ini bukti komitmen kami melayani warga dengan sepenuh hati,"jelasnya.
Agustina mengakui, Pemkot Semarang berencana memindahkan MPP ke Gedung Juang yang saat ini tengah disiapkan dua lantainya.
Fasilitas dan pelayanan akan ditingkatkan agar dapat menandingi daerah lain yang mampu memberikan layanan publik selesai hanya dalam 15 menit.
"Tadi kami diminta untuk lebih cepat, Yang penting kualitas layanan terus meningkat. Kami ingin masyarakat merasakan kemudahan dan kepuasan dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi," pungkasnya. (den)