Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Patung Bima dan Srikandi Hiasi Jalan Pahlawan Semarang, Begini Filosofinya

Adennyar Wicaksono • Kamis, 6 November 2025 | 18:58 WIB
Patung Bima belum lama ini dipasang, dan akan diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng
Patung Bima belum lama ini dipasang, dan akan diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dua patung tokoh pewayangan, berdiri gagah di Jalan Pahlawan baru-baru ini.

Menurut informasi yang ada, patung setinggi 4,7 meter ini adalah tokoh Bima dan Srikandi.

Adapun dua patung tersebut bakal diresmikan oleh Wali Kota Semarang, bertepatan dengan Festival Wayang yang digelar di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jumat (7/11) dan Sabtu (8/11).

"Ada dua patung yakni Bima dan Srikandi, ini semua CSR dari pihak swasta yakni Bank Jateng dan Sido muncul. Nanti diresmikan Bu Wali, saat festival wayang," kata Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim)Kota Semarang, Suwarto, Kamis (6/11).

Menurut informasi yang ada, bakal ada delapan patung yang dipasang di Jalan Pahlawan.

Suwarto menegaskan patung tersebut tidak menggunakan dana APBD. 

"Nanti akan ada lagi, dari CSR. Tapi sementara ini, belum ada arahan mencari CSR tambahan dari Bu Wali," bebernya.

Menurut Suwarto dua patung tersebut memiliki filosofi masing-masing. Dari informasi yang ada, Filosofi patung Bima seringkali mengacu pada kisah Bima mencari 'air kehidupan 'atau tirta amerta, yang melambangkan perjalanan spiritual dan pencarian jati diri.

Perjuangan ini mengajarkan tentang keberanian, keteguhan hati, serta pengendalian diri dan nafsu duniawi melalui berbagai ujian, termasuk pertempuran melawan kejahatan.

Sementara filosofi patung Srikandi mencerminkan simbol perempuan kuat, berani, tegas, dan mandiri yang memiliki tekad kuat serta mampu memikul tanggung jawab.

Dia digambarkan sebagai sosok pejuang yang terampil memanah, mencerminkan kemampuan untuk mendidik diri, melatih hati, dan mengambil hikmah dari setiap kejadian untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 

Srikandi juga melambangkan emansipasi dan kesetaraan gender, menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin dan memiliki kedudukan setara dengan laki-laki. 

"Harapannya bisa meniru sifat dari dua tokoh tersebut, untuk membangun Kota Semarang," ujarnya.

Selain patung, rencananya juga akan dilengkapi dengan fitur AI. Warga atau pengunjung bisa berdiri di dekat patung, dan akan mendapatkan gambar seperti Bima ataupun Srikandi.

"Selain estetika kota, juga dijadikan spot baru di Semarang. Juga nguri-nguri budaya, dengan memvisualisasikan wayang dengan patung," pungkas dia. (den)

 
 
Editor : Baskoro Septiadi
#pewayangan #bima #PATUNG