RADARSEMARANG.ID, Semarang - Bocah perempuan berusia sembilan tahun yang hanyut di selokan pemukiman Argomulyo Mukti Asri Semarang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Kamis (30/10/2025) malam.
Lokasi penemuan berada di area taman depan Masjid Al Mubarok Jalan Lintang Trenggono, Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan, sekitar pukul 21.35.
Jenazah korban tampak tersangkut di jembatan kecil saluran air yang menghubungkan rumah warga dengan jalan pemukiman.
Tubuh korban ditemukan dalam kondisi terlentang, mengenakan jaket, namun tubuhnya tampak sudah membengkak.
Lokasi penemuan ini, berjarak sekitaran 5 kilometer dari lokasi kejadian awal, Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 18.00.
Salah satu saksi mata dilokasi kejadian, Shofa mengatakan, awalnya mengetahui mayat tersebut setelah mendapat informasi dari seseorang saat melintas di lokasi jalan tersebut. Kemudian, bersama-sama melakukan pengecekan.
"Tadi saya lewat sini terus bapak-bapak di depan saya yang juga lewat sini bilang 'eh mas kayake enten wong teng mriku (sepertinya ada orang di situ), coba dicek mas bareng-bareng," ungkapnya, Kamis (30/10/2025).
"Pertama bapaknya (saksi mata lain) datang bilangnya tangannya keluar-keluar gini, seperti nandain," bebernya.
Disisi lain, beberapa keluarga korban juga ada di lokasi setelah mendapat informasi penemuan ini. Keluarga korban juga tak tahan menahan duka mendalam ini.
Terlihat, menangis tersedu-sedu di serambi Masjid Al Mubarok usai mengetahui jenazah tersebut adalah keluarganya.
Lurah Tlogosari Kulon, Hananto Lesworo membenarkan, jenazah tersebut merupakan anak yang hanyut di Tlogomulyo.
Hal ini diketahui setelah keluarga korban datang dan memeriksa langsung guna memastikan jenazah bocah tersebut.
"Keluarganya datang sempat memeriksa, membuka penutupnya sedikit dan memang benar kalau itu anak yang (hanyut) di Tlogomulyo berjenis kelamin perempuan," jelasnya.
Sementara, Ketua RW 10 Kelurahan Tlogomulyo, Rifki mengatakan korban merupakan keluarga kurang mampu. Ia kerap meminta-minta sedekah dari warga di lingkungannya.
"Kalau warga disini hafal anak itu sama ibunya, yang dituju memang rumah-rumah yang sering memberi uang kepada anak tersebut," katanya.
Rifki juga membeberkan, kronologi awal tercebur di lokasi kejadian, yang sedang ada proyek peninggian jembatan karena sering terendam banjir. Dimungkinkan, korban melompati pagar pembatas ketika hendak menyeberang.
"Jembatan lama sudah dibongkar tapi di situ ada jembatan darurat. Sudah ada pagar pembatas dan lain-lain. Tapi anak tersebut justru melewati pagar itu, melompat kakinya ke pagar. Tidak lewat di jembatan, tapi langsung nyebur ke kali. Kebetulan saat itu alirannya cukup deras," bebernya.
Korban berada dilingkungan tersebut bersama sang ibu. Setelah korban tercebur, sang ibu sempat meminta tolong dan ikut masuk ke sungai untuk menyelamatkan anaknya sembari berteriak minta pertolongan warga.
"Warga yang melihat ikut membantu evakuasi tapi yang bisa ditolong hanya ibunya, anaknya tidak kelihatan lagi, tidak terselamatkan," pungkasnya.
Anggota relawan yang berada di lokasi dan petugas SAR kemudian melakukan proses evakuasi. Selanjutnya, korban dan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan prosesi pemakaman.
Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang Budiono mengatakan setelah dilaksanakannya operasi SAR selama dua hari, keberadaan korban ditemukan dalam keadaan meninggal.
“Sebelumnya, menjelang malam operasi SAR sudah kami tutup untuk sementara dan akan kembali dilanjutkan esok pagi. Namun, kami mendapatkan laporan penemuan jenazah seorang anak kecil di area taman depan Masjid Al Mubarok," katanya.
"Setelah tim kami melakukan pengecekan, ternyata benar bahwa jenazah tersebut adalah Rahma Aurel yang dua hari ini kami cari," sambungnya.
Penemuan ini, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Meski demikian, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap siaga dan waspada terhadap potensi hujan lokal yang kemungkinan masih berlanjut di wilayah Semarang. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi