RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan deras sejak Selasa - Rabu (21 - 22/10) kembali membuat sejumlah titik di Kecamatan Gayamsari tergenang.
Genangan paling parah melanda Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo, dua wilayah langganan banjir setiap musim hujan datang.
Camat Gayamsari, Sinung Djatmika Utama, menyebut ketinggian air di dua kelurahan itu mencapai puluhan sentimeter.
“Di Tambakrejo, di jalanan rata-rata 30 sentimeter. Yang masuk ke rumah sekitar 10–15 sentimeter. Sedangkan di Kaligawe, genangan di jalan 30–35 sentimeter, dan di depan kantor kelurahan sekitar 50 sentimeter,” jelasnya kepada Radar Semarang.
Selain dua wilayah itu, air juga menggenangi Kelurahan Sawah Besar dengan ketinggian 15–20 sentimeter dan Kelurahan Siwalan sekitar 10–25 sentimeter.
“Kami dibantu BBWS dengan tambahan dua pompa portable kapasitas sedang-besar untuk mempercepat penyedotan air,” tambah Sinung.
Baca Juga: Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon Dikepung Banjir, Warga Mengungsi, Pompa Ngadat
Namun, upaya penyedotan belum sepenuhnya mengurangi genangan. Di RT 8 RW 1 Kelurahan Kaligawe, air justru makin naik sejak pagi.
“Sekarang malah tambah tinggi, Mas. Nggak ada bantuan apa-apa,” keluh Tama, warga setempat.
Meski air sudah merendam halaman rumah, warga tetap bertahan. Mereka mengamankan perabot agar tak terendam.
Di sela kesibukan itu, suasana kampung justru tampak ramai. Anak-anak berlarian tanpa alas kaki, tertawa riang sambil bermain air di jalan yang berubah menjadi “sungai kecil”.
“Aku disuruh mengungsi, tidak mau, karena pengene ingin cari duit,” ujar Tama sambil tertawa kecil.
Beberapa orang tua berdiri di depan rumah, mengawasi anak-anak yang menceburkan diri ke genangan. Meski genangan mengganggu, mereka mencoba menertawakan keadaan.
Baca Juga: Terjebak Banjir di Kaligawe Semarang, Biaya Operasional Sopir Truk Membengkak
Sementara itu, di RW 5 Kelurahan Tambakrejo, ketinggian air justru jauh lebih dalam. Genangan berwarna hijau lumut itu mencapai 75–80 sentimeter.
Kondisi itu diperparah hujan yang tak berkesudahan, ditambah limpasan Sungai Tenggang dan rob yang kembali naik.
“Banjirnya tambah dalam,” ujar Sunarti, salah satu warga RW 5 yang terpaksa memindahkan sebagian barang ke tempat lebih tinggi.
Banjir di Kaligawe dan Tambakrejo memang bukan hal baru. Setiap hujan deras disertai pasang laut, kawasan rendah ini selalu jadi langganan genangan. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi