RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Selasa (21/10) malam membuat sejumlah wilayah kembali tergenang.
Salah satunya di Jalan Tanggungrejo, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari Semarang.
Baca Juga: Geger! Warga Wringin Putih Bergas Temukan Bayi Dalam Tas di Kebun, Begini Kondisinya
Sejak Abu (22/10) pagi, air setinggi lutut orang dewasa merendam jalan utama menuju perkampungan. Pemandangan tak biasa terlihat di gang sempit itu.
Ririn, seorang ibu muda, tampak tertatih-tatih menggendong anaknya melintasi genangan air menuju daratan yang lebih tinggi.
Satu per satu, ia antar anaknya agar tak basah sebelum berangkat sekolah.
“Banjirnya selutut, Mas. Demi anak sekolah, saya harus menggendong,” ujar Ririn dengan napas tersengal, Rabu (22/10) pagi.
Setelah mengantar sang kakak, Saqira, ke depan gang, ia kembali ke rumah menjemput adiknya, Rehan.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Buka Peluang Kenaikan Gaji PNS 2025, Cek Daftar Lengkap Tiap Golongan
Tak jauh dari sana, Waluyo, warga lainnya, terlihat menenteng sepatu dan tas. Ia berjalan perlahan menuju tempat parkir di lapangan depan gang.
“Hampir se paha, Mas. Ini lebih parah. Baru semalam hujan sudah seperti ini,” keluhnya.
Selain itu, air yang masuk hingga ke dalam rumah membuat aktivitas warga tersendat.
Banyak yang terpaksa menunda berangkat kerja hingga air sedikit surut.
Beberapa pedagang memilih tak membuka warung karena genangan menutup akses pembeli.
Baca Juga: 4 Kelas SD Negeri Wonorejo 03 Pringapus Rusak Parah, Plafon Sudah Ambrol dari Tahun 2024
“Harapannya jalan ini segera ditinggikan dan saluran air dibersihkan. Soalnya kalau hujan, ya pasti banjir,” tutur Waluyo, lirih.
Meski genangan belum separah tahun lalu, warga tetap waspada. Sebagian sudah menyiapkan perabot tinggi untuk menyelamatkan barang-barang jika air terus naik.
Di tengah kondisi seperti ini, semangat warga untuk tetap beraktivitas tak padam.
Terutama para orang tua yang berjuang memastikan anak-anaknya tetap bisa berangkat sekolah, meski harus bergantian menggendong menembus banjir. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi