Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ratusan Santri Geruduk Kantor KPID Jateng di Semarang, Tuntut Izin Trans7 Dicabut

Muhammad Hariyanto • Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:03 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan santri di Jawa Tengah menggeruduk kantor Lembaga Negara Independen Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (15/10/2025) pagi. 

Mereka melakukan aksi demo, buntut tayangan program Xpose undercover Trans7 pada yang dianggap menyesatkan.

Para santri datang dengan mengenakan pakaian serba putih, ada juga mengenakan sarung dan peci.

Mereka melakukan orasi diatas mobil pengeras suara di depan Kantor KPID Jawa Tengah. 

"Kita siapa, Kita Siapa, Kita Siapa,?," teriakan seorang orator di depan ratusan para pendemo di depan Kantor KIPD Provinsi Jawa Tengah, Rabu (15/10/2025).

"Santri Nusantara, sampai mati," sahut peserta demo. 

Orator tersebut juga meneriakkan, saat ini seluruh santri Nusantara merasa terlukai atas ulah Trans7.

Pihaknya juga menyebut, pesantren sudah berdiri ratusan tahun yang lalu. Pesantren juga ikut merebut kemerdekaan RI dari penjajahan.

"Kami semua menyuarakan, permintaan maaf dari trans 7 tidak kita terima. Kita menuntut proses hukum. Allahu Akbar, santri Nusantara santri Nusantara sampai mati," tegasnya.

"Kita tidak pernah ridho dan tidak pernah ikhlas jikai anak didik kita dilukai kehormatannya. Jangan sampai kita yang mendirikan kemerdekaan jangan sampai diinjak-injak harkat martabat kita. Mereka ingin memecah belah kita," katanya.

"Awalnya yang kita boikot trans7, sekarang kita tuntut ijinnya trans7 kita cabut," teriaknya tegas. 

"Kita pesantren diajarkan adab. Ada lebih dulu, adab lebih tinggai daripada Ilmu pengetahuan. Banyak santri yang menjadi negarawan," katanya.

Selain orasi, peserta aksi demo juga melantunkan doa dan sholawat. Peserta aksi juga menyanyikan supaya perijinan Trans7 dihapus. 

"Cabut cabut cabut ijinnya cabut cabut ijinnya sekarang juga,". 

"Bukan hanya pondok dan santri di Lirboyo yang terluka. Tapi kita santri di Nusantara juta merasa terlukai," teriaknya. 

Aksi tersebut, datang dari berbagai kalangan santri. Salah satu orator lainnya, mengatakan ada dari Wonosobo, Sarang, Pati, Kendal, Magelang, Pemalang, Semarang, Kota Semarang, Kudus, Jepara, Wonogiri, Pati, Rembang, Sragen, Demak, LBH BP Ansor Semarang, Tegal. 

Perwakilan-perwakilan tersebut juga diminta untuk berkumpul. Terlihat mereka juga masuk ke kantor KPID Provinsi Jateng untuk melakukan audiensi dan berharap aspirasinya diterima. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#santri #trans7 #KPID