Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Lewat UCollect dan RVM, Pertamina Ubah Jelantah dan Botol Plastik Jadi Berkah

Khafifah Arini Putri • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 02:39 WIB
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Malam puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025 berlangsung meriah di Hotel Gets Semarang Jumat (19/9) lalu.

Sejumlah tokoh, perusahaan, dan institusi hadir untuk menerima penghargaan dalam berbagai kategori. Salah satunya PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) yang berhasil meraih penghargaan Inovator Ekonomi Hijau Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas terobosan Pertamina dalam menghidupkan ekonomi berbasis lingkungan.

Melalui dua program unggulan, yakni UCollect untuk pengumpulan minyak jelantah, dan Reverse Vending Machine (RVM) atau mesin penukaran botol plastik, Pertamina mengajak masyarakat berkontribusi langsung menyelamatkan bumi.

"Inisiatif ini bukan sekadar mengelola limbah, tetapi merintis ekonomi hijau inklusif," jelas Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan.

Taufiq menyampaikan apresiasinya pada Jawa Pos Radar Semarang dalam menilai program-program yang berdampak langsung pada masyarakat.

"Jadi kami sampaikan terima kasih atas award yang diberikan oleh Radar Semarang. Sepanjang award yang pernah kita ikuti, ini yang paling mantap, baik, dari segi kualitas. Karena yang dinilai benar-benar tidak hanya berdampak ke ekonomi hijau tapi juga ekonomi kerakyatan," imbuhnya.

Taufiq menjelaskan, melalui Program UCollect, minyak jelantah itu diolah menjadi bahan bakar avtur berkelanjutan atau Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF). Fasilitas pengolahan SAF ini baru ada satu di Indonesia yakni di Cilacap. Sedangkan botol plastik yang terkumpul bisa mengurangi jejak karbon dan sampah yang menumpuk.

"Jadi dari dapur bisa sampai ke avtur, minyak jelantah itu diolah menjadi bahan bakar berkelanjutan (SAF/HVO atau Hydrotreated Vegetable Oil). Sementara botol plastik yang terkumpul bisa mengurangi jejak karbon,” katanya.

Lebih lanjut pihaknya merinci, sejak diluncurkan, program RVM yang berada di SPBU Akpol Jalan Sisingamangaraja Semarang sudah mengumpulkan 726,27 kilogram plastik atau setara 38.838 botol plastik per 25 September 2025. Dari jumlah itu, sebanyak 458 warga terlibat dengan total 2.100 transaksi. Dampaknya, jejak karbon berkurang 3,8 juta gram dan lahan seluas 613 meter persegi terselamatkan.

Sedangkan Program UCollect saat ini telah berjalan di tiga lokasi, semuanya berada di Kota Semarang. Pertama di SPBU Akpol Semarang sejak 5 Juni 2025, diluncurkan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup. Kemudian di SPBU Srondol Semarang bagian atas, yang menyasar warga dan kalangan mahasiswa. Satu titik lain dikelola melalui CSR Pujasera Energi di Tambakharjo, Semarang Barat.

Menurut Taufiq, hingga 25 September 2025, Program UCollect ini sudah mengumpulkan 3.361 liter minyak jelantah melalui 471 transaksi dari 335 warga. Nilainya mencapai Rp 18,4 juta.

"Dua terakhir (SPBU Srondol dan CSR Pujasera Energi) kapasitasnya lebih besar, untuk mengakomodir antusias masyarakat yang luar biasa, nanti akan kita evaluasi (untuk penambahan)," tegasnya.

Menurutnya, Program UCollect dan RVM ini menjadi upaya nyata Pertamina mendukung target net zero emission (NZE) 2060. Taufiq menegaskan, Pertamina tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat menjadi kunci. Karena itu pihaknya menggandeng berbagai stakeholder dalam sosialisasi. Mulai dari PKK Kota Semarang, karang taruna, hingga komunitas masyarakat.

"Memang ini langkah awal. Pertamina tidak bisa sendiri. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Harapannya budaya ramah lingkungan bisa tumbuh. Tidak hanya lewat BBM ramah lingkungan, tapi juga gaya hidup masyarakat sehari-hari,” tandasnya. (kap/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025