RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Puluhan pelaku UMKM ritel di Semarang, Kendal, Ungaran, dan sekitarnya mendapat pelatihan transformasi bisnis dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Mereka diajari menata ulang toko, memasarkan produk, hingga memanfaatkan pembayaran digital. Semua itu untuk menarik konsumen sekaligus mengefisienkan transaksi.
Regional Manager Western Central Java Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Krisnanto Anggoro, menegaskan program ini ditujukan membantu pemilik toko tradisional naik kelas.
“Secara umum, harapannya melalui training ini seluruh outlet bisa meningkatkan omzet, sehingga bisnis mereka ikut bertumbuh," ujarnya dalam pelatihan bertema Navigating The Impact Transforming Traditional Businesses di Hotel Noormans Semarang, Selasa (16/9).
Pelatihan diberikan gratis dengan materi praktis dan mudah diterapkan.
Peserta diajarkan strategi sederhana, mulai dari penataan produk agar lebih menarik, menghindari risiko kedaluwarsa, sampai penggunaan QRIS untuk mempermudah pembayaran.
“Harapannya para pemilik toko retail bisa naik kelas, omzetnya tumbuh, dan mereka bisa memanfaatkan teknologi pembayaran digital,” tambah Krisnanto.
Menurutnya, salah satu pembeda utama toko tradisional dengan modern adalah tata letak dan pencahayaan.
Karena itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep layout, mulai dari penempatan kulkas, kasir, hingga rak yang lebih rapi agar toko terlihat nyaman.
Program ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat UMKM. Bentuknya lewat pembiayaan, edukasi, hingga bantuan langsung.
“Dengan dukungan ini, pelaku usaha kecil bisa memiliki modal mengembangkan usaha sehingga perputaran uang meningkat dan ekonomi tumbuh,” jelasnya.
Editor : Tasropi