
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Akses terhadap modal kerja menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan daya saing.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menyebut, jumlah UMKM di provinsi ini melebihi empat juta pelaku usaha. Atas dasar itu, akses permodalannya perlu dipermudah, antara lain memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah.
"Karena kses pembiayaan modal kerja ini sangat penting untuk para pelaku UMK," ungkap Sarif Abdillah.
Apalagi, kata Kakung, sapaan akrab Sarif, UMKM yang ada tersebar di semua daerah di provinsi ini. Kondisi ini menjadikan sektor tersebut sebagai fondasi penting perekonomian daerah.
"Oleh karena itu, akses terhadap sumber pembiayaan harus semakin diperluas, sehingga keberadaan UMKM terus berkembang. Yang mikro menjadi kecil, yang kecil menjadi menengah, dan seterusnya," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kata Kakung, dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai lebih dari empat juta, UMKM menjadi kekuatan ekonomi yang harus mendapat dukungan lebih besar, terutama dari sisi permodalan.
"Pendekatan kesehatan finansial menjadi semakin penting untuk memastikan inklusi keuangan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi UMKM," terangnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




