RADARSEMARANG.ID, Semarang – Derita warga Karanganyar Legok, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, masih terasa.
Setelah talut pabrik es batu ambrol dan menimpa Sungai Legok hingga memicu banjir bandang, kini mereka berjibaku melakukan pembersihan rumah dan material longsor.
Baca Juga: Korban Longsor Talut Pabrik Es Batu di Karanganyar Legok Semarang Masih Mengungsi
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (13/9) pagi, warga berbondong-bondong berjibaku membersihkan rumah yang terdampak banjir.
Mereka mengevakuasi barang-barang rumah tangga yang masih layak pakai sekaligus membersihkan rumah dari sampah-sampah yang menggenang pasca longsor.
Sumargo, 70, salah satu korban, mengaku baru kali ini mengalami musibah sebesar itu meski sudah 45 tahun tinggal di lokasi.
Ia menilai kejadian ini bukan sekadar musibah alam, melainkan keteledoran kerja.
“Seumur hidup di sini nggak pernah ada longsoran seperti ini. Pondasi talutnya kurang maksimal, nggak sampai bawah, cuma ditumpuk lagi. Saya tukang, jadi tahu. Kalau menurut saya ini keteledoran kerja, bukan murni musibah,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Karanganyar Legok Semarang Masih Trauma Longsor Talut Pabrik Es Batu
Air bah setinggi hampir 2 meter melumat rumahnya, hanya beberapa jam setelah istrinya pulang dari rumah sakit.
“Lemari, kursi, semua hanyut. Baru kali ini saya benar-benar tak berdaya,” imbuhnya.
Warga lain, Herman, mengaku lega karena saat ini aliran sungai sudah lancar.
“Alhamdulillah, keadaan sudah aman. Warga RW 4 kerja bakti membantu kami membersihkan rumah. Semoga hari ini bisa selesai, supaya keluarga bisa kembali ke rumah masing-masing,” katanya.
Ketua RT 6 RW 4, Joko Suhardi, menyebut pembersihan material longsor baru mencapai 50–60 persen. Sebagian besar sudah diangkat, tapi pondasi besar masih menyisa.
“Yang penting aliran sungai sudah bisa mengalir. Walaupun belum 100 persen, minimal tidak ada genangan lagi. Tapi warga masih trauma kalau hujan turun,” jelasnya.
Ia menekankan agar talut sungai segera diperkuat. “Harapan kami, saluran diperlebar supaya tidak terjadi banjir lagi. Kalau tidak segera diatasi, kejadian serupa bisa terulang,” tegasnya.
Baca Juga: Keracunan Massal, 35 Warga Bangetayu Wetan Semarang Tumbang Diduga Usai Santap Sambal Goreng Hati
Kini, empat rumah terdampak dengan total 26 jiwa masih menempati pengungsian sementara. "Kami hanya berharap segera kembali ke rumah yang layak huni tanpa dihantui trauma," ujarnya.
Camat Candisari, Cipta Nugraha, memastikan semua pihak bergerak cepat. DLH, BPBD, DPU, hingga Dinas Sosial ikut turun tangan.
“Ini prosesnya butuh waktu, karena harus mengeruk sungai dulu. Yang penting sekarang air sudah ngalir lancar. Pabrik es juga sudah diminta bertanggung jawab,” jelasnya.
Cipta menambahkan, warga Candisari memang tinggal di wilayah rawan longsor, apalagi musim penghujan sudah tiba.
“Kalau ada retakan, harus segera diantisipasi. Saluran air harus lancar, jangan sampai masuk ke tanah dan memicu longsor lagi,” pesannya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi