RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 12 orang tenggelam di perairan laut utara Jawa Tengah dalam kurun dua hari, sejak Senin (18/9/2025) hingga Selasa (19/8/2025).
Sekarang, 10 orang belum diketahui nasibnya, dan masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.
"Ada lima titik (daerah), di Bandengan Jepara, Tegal, Kendal, Pekalongan, dan di Semarang," ungkap Kasi Operasional Basarnas Semarang, Moel Wahyono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/8/2025).
Kejadian di Pekalongan, seorang pemancing diatas perahu belum diketahui nasibnya setelah terjatuh dari perahu akibat dihantam gelombang besar, Senin (18/9/2025).
"Kejadian di Pekalongan hari kemarin (Senin), selebihnya kejadian hari ini (Selasa)," jelasnya.
Hari berikutnya, kejadian di Tegal, Selasa (19/8/2025). Dua orang nelayan juga tenggelam, dengan kasus yang sama terjadi Pekalongan.
Kemudian kejadian di Bandengan Kabupaten Jepara, seorang nelayan hilang di laut setelah perahu yang ditumpangi diguncang gelombang besar, terjadi Selasa (19/8/2025).
Selanjutnya, di Kabupaten Kendal, tiga orang pemancing juga masih dalam proses pencarian setelah jatuh ke laut akibat perahu yang ditumpangi dihantam gelombang besar Selasa (19/8/2025).
"Semua kejadian di atas perahu, sekarang masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan," bebernya.
Kejadian terbaru di perairan di wilayah Kota Semarang, lima orang tenggelam akibat terhempas gelombang saat mancing ikan di DAM merah kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Selasa (19/8/2025).
"Tambah di Semarang lima orang. Dua orang ditemukan meninggal, dan tiga orang masih pencarian. Sementara proses pencarian dihentikan mengingat kondisi cuaca dan gelombang masih buruk, pencarian dilanjutkan Rabu pagi," jelasnya.
Menurut Moel, kecelakaan laut ini dipicu gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi sejak Senin malam.
Kondisi ini disebut sebagai fenomena angin timuran yang biasa muncul pada periode Juli-Oktober.
"Cuaca buruk, sudah sejak kemarin malam. Kalau orang pesisir pantai menyebutnya musim timuran, masyarakat nelayan hendaknya hati-hati kalau melaut," pungkasnya.
Sementara, kejadian di wilayah Kabupaten Kendal, terjadi di perairan Korowelang, Selasa (19/8/2025), sekitar pukul 14.35.
Kejadian tersebut, waktunya hampir bersamaan dengan kejadian yang dialami pemancing di DAM Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Musibah ini menimpa kapal Sikawit yang berisikan 10 orang anak buah kapal. Kapal tersebut dihantam gelombang besar disertai angin kencang sekitaran pukul 14.35.
Akibatnya kapal mengalami lepas kendali dan akhirnya terbalik. Sehingga 10 ABK jatuh ke laut, dan tiga orang lainnya tidak berhasil diselamatkan dan hilang tenggelam.
Sedangkan tujuh orang berhasil masih beruntung berhasil diselamatkan oleh nelayan kapal yang mengetahui saat melaut di sekitaran kejadian.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengatakan Tim SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian dari area Pelabuhan Tanjung Emas sampai ke lokasi kejadian, hari itu juga. Namun hingga kini belum membuahkan hasil.
"Hingga pukul 19.20, upaya pencarian masih belum membuahkan hasil sehingga akan dilaksanakan kembali besok pagi," jelasnya.
"Hal yang akan dilaksanakan dalam operasi pencarian besok adalah melakukan penyisiran ke arah Barat sejauh 2 KM dengan menggunakan RIB Basarnas Semarang," sambungnya.
Budiono menambahkan, area pencarian yang luas dan ombak dengan intensitas tinggi kemungkinan akan menjadi kendala dalam proses pencarian. Sehingga, proses pencarian dihentikan sementara.
"Besok pagi (Rabu) operasi pencarian akan dilaksanakan kembali. Untuk sekarang mari kita sama-sama doakan agar proses pencarian dapat berjalan dengan lancar sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan keadaan sebaik-baiknya," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi