RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat untuk mewaspadai banjir pesisir atau rob di wilayah Pantura.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, menjelaskan Kota Semarang dan wilayah Pantura berpotensi rob atau banjir pesisir.
Tinggi pasang saat bulan Mei, Juni, dan Juli merupakan pasang maksimum.
"Banjir ini terjadi wilayah Semarang dan Pantai Utara Jawa (Pantura)," ujarnya.
Awal bulan Mei lalu, pihaknya sudah mengeluarkan peringatan banjir pesisir. Pada pertengahan bulan ini atau 15 - 24 Mei 2025, pihaknya mengeluarkan peringatan dini lagi.
Prakiraan pasang di angka 0,9 - 1,1 meter. Kejadian banjir diperkirakan terjadi pada 11.00 - 17.00.
Ia mengimbau supaya masyarakat selalu mengupdate informasi dari grup WhatsApp ataupun media massa lainnya.
"Sehingga bisa dipantau, untuk masyarakat yang biasanya melewati jalan yang terdampak rob, kami harap untuk bisa diwaspadai," ujarnya.
Ia menambahkan, fenomena tiba-tiba hujan pada musim kemarau ini terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah.
Meskipun, beberapa lainnya sudah memasuki musim kemarau.
"Ini masih musim pancaroba atau musim peralihan, ciri-cirinya hujan terjadi tiba-tiba sangat deras dalam waktu yang singkat," jelasnya.
Di wilayah Kaligawe Raya hingga Sayung masih tergenang air disebabkan oleh hujan dan banjir pesisir akibat pasang air laut. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi