RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk digegerkan dengan banyaknya ikan mati di tambak mereka.
Setidaknya, 12 bidang tambak di Terboyo Kulon terdampak akibat pencemaran lingkungan.
Begitulah, yang terjadi di Terboyo Kulon sejak awal pekan ini. Terlihat, air tambak yang tercemar berwarna coklat dan bau.
Ikan-ikan, dan kepiting juga mengambang. Tidak hanya mengambang, ikan-ikan juga terhempas ke jalan karena adanya rob.
Ketua RW 1 Kelurahan Terboyo Kulon, Rozihan, menceritakan awal kejadian dimulai sejak akhir Bulan Ramadan.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, air tambak mulai berubah. "Yang mati pertama udang dan kepiting," ujarnya.
Pada 23 April 2025, merupakan terparah. Semua ikan mati mengambang. Airnya pun berwarna coklat kehitaman.
Disinyalir, pencemaran lingkungan terjadi karena dampak air limbah pabrik di Kawasan Industri Terboyo, Kelurahan Trimulyo.
Apalagi, sebelum pembangunan jalan tol belum tertutup, saat terjadi air pasang atau rob, air surut bisa bisa keluar semua.
"Sekarang tidak, saat ini pengecoran lumpur, air limbahnya ke tambak yang masih aktif, meninggalkan limbah yang berbau dan ikan mati semua," ujarnya.
Menurutnya, dari 12 bidang tambak, total kerugian mencapai Rp 100 juta.
"Karena saya juga menggarap beberapa tambak, kalau ditaksir kerugiannya Rp 25 juta. Saya sendiri akhirnya nganggur total, karena biasanya setiap hari dapat udang 2 kilogram dan pemancingan, sekarang mandeg total karena ikannya mati," tandasnya.
Diakui, Rabu (7/5), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang sempat mengambil sampel air.
Sehingga, warga menunggu hasil laboratorium. "Kami berharap, hasil laboratorium bisa terlihat dan bisa mendapatkan ganti rugi," ujarnya.
Tidak hanya di Kelurahan Terboyo Kulon, hal serupa juga terjadi di Kelurahan Trimulyo. Bahkan, beberapa warga yang merupakan penggarap tambak sempat menanyakan ikan-ikan di tambaknya mati.
Plt Lurah Trimulyo, Dzakkyafin Retno Widagdo, menjelaskan memang sempat dilakukan uji laboratorium oleh DLH Kota Semarang, melalui sampel air tambak Terboyo Kulon.
"Saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium yang keluar dua minggu kemudian," ujarnya.
Dirinya sempat bertanya, apakah air limbah tersebut beracun. Namun, harus menunggu hasilnya dulu.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, DLH Kota Semarang sudah mendatangi langsung salah satu pabrik yang disinyalir menghasilkan limbah tersebut.
"Karena informasi dari Terboyo Kulon itu dari salah satu pabrik di Trimulyo, saya cek perizinan komplit, tetapi kalau terdeteksi langsung, akan dilakukan penyegelan pembuangan limbah," tandasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi