RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Arus kendaraan mudik yang masuk ke Jawa Tengah masih tinggi.
Begitu juga untuk arus balik juga terus mengalami peningkatan, dan diprediksi akan terjadi lonjakan pada hari ini, Sabtu (5/4/2025).
Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan, kendaraan arus balik yang terjadi pada lebaran sampai sekarang belum terjadi anomali.
Tetapi justru anomali yang terjadi kondisi sekarang ini masih pada arus mudik.
"Tahun lalu h+1, 2, 3 itu kendaraan yang mudik sudah berkurang. Tapi tahun ini justru h+1 sampai dengan H+4 di Tol Jawa Tengah, baik itu dari Tol Kalikangkung, Banyumanik sampai dengan Solo, justeru mengalami peningkatan," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (4/4/2025).
"Di Solo, puncaknya Justru di hari H+2, lintasan perjam di Tol Prambanan, itu sampai 1700 (kendaraan). Ini cukup tinggi. Tahun lalu tidak terjadi seperti ini," sambungnya.
Lanjutnya mengatakan, dan hari ini pun yang seharusnya memang sudah terlihat arus balik yang mengalami lonjakan, tetapi yang juga arah yang pemudik masih padat juga.
Pihaknya menyebutkan, lintasan per jam di exit Tol Banyumanik masih diangka 800 kendaraan.
Baca Juga: Diduga Ngerem Mendadak, Isuzu Bawa rombongan Pemudik Terguling di Tol Salatiga
"Yang entrance juga masih di angka 2000 dan 2500. Sehingga kami masih mengelola arus ini jangan sampai pelaksanaan one way ini, justru karena dua arah masih padat, nanti menyebabkan gangguan di arteri nya," bebernya.
Dirlantas mengaku, di wilayah Tol Trans Jawa terjadi lonjakan kebangkitan untuk arus balik. Namun, Polda Jawa Tengah belum melaksanakan one way lokal.
Alasannya, indikator yang harus diperhatikan untuk melaksanakan one way lokal arus balik di Jawa Tengah.
"Yang pertama adalah indikator terhadap radar yang ada di 400-500 yaitu pertemuan antara Jawa Timur, kemudian Yogyakarta dan Solo. Disitu apabila traffic accounting nya sudah berada di 3700,maka kami punya alasan untuk melaksanakan one way lokal," jelasnya.
Berdasarkan data, di Pospam Gate Kalikangkung tercatat secara global mulai pukul 06.00-14.00, Jumat (4/4/2025) tercatat 23.572 kendaraan untuk jalur entrance.
Lintasan per jam tertinggi, 3.854, pukul 11.00-12.00.
Baca Juga: Tidak Angkut Pemudik, Ini Kronologi Bus Terbakar di Exit Tol Adiwerna Tegal
Sedangkan jalur Exit, atau arah masuk menuju Semarang atau Solo, sebanyak 6.948 kendaraan.
Lintasan perjam tertinggi 1.164 kendaraan, pukul 10.00-11.00.
Sementara, data di Gerbang Tol GT Banyumanik, jalur entrance atau arah Semarang/Jogja/Surabaya, mulai pukul 06.00-12.00, sebanyak 12.182 dengan lintasan per jam tertinggi sebanyak 2.485 kendaraan.
Sedangkan jalur Exit atau arah Semarang/Jakarta, berjumlah 16.509 kendaraan, dengan lintasan per jam tertinggi 3.240 kendaraan terjadi pukul 10.00-11.00.
Faktor kedua, Dirlantas menyampaikan, adalah traffic accounting yang ada di Tol Banyumanik ini.
Apabila sudah 3.500 kendaraan lintasan selama tiga jam berturut turut, barus bisa melakukan one way.
Baca Juga: One Way di GT Kalikangkung Semarang Berakhir, Arus Lalu Lintas di Jalan Tol Kembali Lancar
"Ketiga, yang terpenting adalah kami melihat kondisi real di lapangan, terjadinya perlambatan di lapangan. Contoh, di exit Banyumanik ini 2-3 kilometer ke belakang, maka kami akan melaksanakan one way lokal," terangnya.
"Jadi sampai sejauh ini one way lokal belum diterapkan sama sekali. Karena saya patroli dari wilayah Brebes, Tol Solo-Yogya, Sragen, tidak terjadi perlambatan disepanjang jalur Tol yang ada di Jawa Tengah. Kalaupun ada perlambatan itu pasti, satu karena rest area. Ini rest area kami kelola, tapi perlambatan tidak terlalu banyak," bebernya.
Pihaknya menyampaikan, tujuan dilaksanakan one way lokal adalah untuk memberikan ruang kebangkitan arus yang volume cukup tinggi, yakni kendaraan dari wilayah arah timur menuju barat.
Manakala dilakukan own way lokal, akan dimulai, di KM 430 Ungaran.
"Nanti mundur ke KM 442 Bawen, terakhir ke 459 Tingkir, sampai dengan Kalikangkung. Nanti sampai di Kalikangkung, itu kami akan normalisasi dengan jalur normal Kalikangkung sampai dengan Brebes. Jika ada hambatan, kami akan melaksanakan one way lanjutan, dari Kalikangkung sampai dengan nanti ke Brebes," bebernya.
Sedangkan untuk di Jalur Arteri, pihaknya juga melakukan pemantauan di wilayah pantura mulai dari perbatasan Rembang sampai dengan Brebes.
Menurutnya, sampai sekarang ini masih terpantau aman lancar.
Jalur tersebut masih didominasi oleh kendaraan-kendaraan travel, kendaraan bus dan roda dua
Baca Juga: Sempat Putus, Dua Jalur Rel di Batang Sudah Dapat Dilalui, Perjalanan KA Kembali Normal
"Yang meningkat di wilayah jawa Tengah adalah jalur arteri Pejagan. Jalur arteri Pejagan ini, dua hari berturut-turut ini arus baliknya cukup tinggi. Lintasan perjamnya diangka 800 dan 700 (kendaraan) entrance Pejagan," jelasnya
Langkah yang dilakukan, sudah melaksanakan 14 kali rekayasa arus lalu lintas kendaraan, baik itu one way lokal, maupun di daerah linggarpura, maupun di daerah Sangbong, maupun rekayasa rekayasa lainnya.
"Tapi sejauh ini arus masih aman lancar terkendali untuk keseluruhan di wilayah jawa Tengah," tegasnya.
Dirlantas menegaskan, pihaknya masih menunggu perkembangan dan pantauan untuk melaksanakan one way lokal arus balik Jumat (4/4/2025).
Alasannya, pantauan traffic accounting di Tol Banyumanik, pada dua jam atau satu jam ke belakang ini masih belum mencapai target menentukan melaksanakan one way lokal.
"Masih 2.800 ada yang 3.000, mundur lagi. Termasuk diradar 4.900 itu juga belum tercapai, masih 3000 belum 3700," terangnya.
Sesuai rencana, one way lokal dan nasional arus balik di jadwalkan pada Minggu (6/4/2025) pukul 09.00.
One way akan dilakukan mulai dari Kalikangkung menuju arah Jakarta, dengan dihadiri oleh Kapolri, Menko dan pejabat lainnya.
Namun demikian, Pihaknya menyebut, jadwal tersebut masih situasional meski sudah terjadwal.
"Tetapi untuk pelaksanaan one way nasional tersebut, apakah bisa mendahului atau berbarengan nanti kita lihat situasional," ujarnya.
Menanggapi terkait persiapan one way lokal di wilayah Tol Bawen, Dirlantas menyampaikan lokasi Bawen adalah pertemuan arus dari Bawen menuju Solo. Sehingga 5 jalur menjadi 3 jalur, dan terjadi penyempitan.
"Sepanjang itu masih terjadinya perlambatan secara parsial di satu titik saja, artinya depan masih aman lancar, kita masih menggunakan pola penarikan. Pola penarikan dengan tim urai, karena perlambatan itu akibat bottle neck dan juga tanjakan," terangnya.
"Tetapi kalau itu diakibatkan memang dari mulai KM 441 sampai dengan ke wilayah atasnya, sepanjang 10 km terjadi kepadatan dan antrean juga cukup padat, itu baru kita akan melakukan upaya-upaya berupa one way," lanjutnya.
Terkait, puncak arus balik sesuai dengan prediksi, Dirlantas menyampaikan, melihat dari mulai Kamis (3/4/2025) sore, lonjakan terhadap arus balik yang memasuki wilayah tol trans jawa mulai mengalami peningkatan. Bahkan, hari berikutnya juga mengalami peningkatan lebih, Jumat (4/4/2024).
"Tanggal 5, prediksi saya pasti juga akan mengalami peningkatan bahkan di tanggal 6 pun demikian. Terima kasih. Kalau menurut analisa saya ya, karena kan orang terakhir libur itu di tanggal 7-8 sudah masuk ya. Puncaknya bisa jadi di tanggal 6, tanggal 5 sudah terjadi lonjakan," pungkasnya. (mha)
Editor : Tasropi