RADARSEMARANG.ID - Semarang semakin menunjukkan geliatnya sebagai kota yang dinamis dan kreatif.
Buktinya dalam beberapa tahun terakhir, bermunculan kafe-kafe estetik yang tak hanya menawarkan kopi dan makanan lezat, tetapi juga desain Instagramable yang bikin betah.
Tempat-tempat ini menjadi tongkrongan favorit anak muda yang ingin bercengkrama sambil menikmati suasana kekinian. Salah satunya Celcio.
Kafe yang berada di tengah kota ini menawarkan pengalaman unik dengan konsep cityscape yang menampilkan panorama 180 derajat Kota Semarang.
Terletak di lokasi strategis, yakni berada di Jalan Sumbing Nomor IV, Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur.
Kafe Celcio ini mengusung desain futuristik yang mengutamakan view selebar mungkin.
Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan kaca di bagian tepi, menghadirkan kesan transparan dan lapang sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan kota tanpa halangan.
“Jadi secara konsep Cityscape Kota Semarang. Saat masih jadi talud langsung terkonsep memaksimalkan view di setiap sudut agar lebar, karena fokus utamanya membuka view selebar mungkin makanya tepinya menggunakan kaca,” jelas Arsitek Kafe Celcio, Timoti Raharja.
Desain melengkung yang dominan pada struktur bangunan tidak hanya memperkuat estetika modern.
Tetapi juga memberikan kesan floating (menggantung), seolah kafe ni mengambang di atas tanah ketika dilihat dari luar.
Konsep ini berhasil menciptakan suasana yang Instagramable, cocok bagi kaum muda yang ingin menikmati suasana Semarang.
“Yang jarang dibuat kafe lain, konsep bangunan yang menggantung dan melengkung-melengkung,” ujarnya.
Kafe bernuansa coklat ini menyediakan dua area utama. Yakni area indoor dan outdoor. Sehingga cocok bagi kaum muda yang ingin work from cafe (WFC), mengerjakan tugas kuliah, bahkan sekadar berkumpul dan bercengkrama dengan teman.
Salah satu pengunjung Raya mengaku sering datang untuk mengerjakan tugas dan nongkrong dengan teman.
Selain jaraknya yang dekat dengan rumah, tawaran menu di Celcio pun masih ramah di kantong pelajar maupun mahasiswa.
“Kafenya bagus ya sering kesini karena nugas, tapi kadang juga cuma kumpul-kumpul dengan teman,” akunya. (kap/fth)
Editor : Baskoro Septiadi