Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Pilu 4 Orang Sekeluarga Asal Semarang Jadi Korban Kecelakaan Bus di Arab Saudi, Anak Bungsu Korban Titipkan Lukisan Sebelum Berangkat Umrah

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:54 WIB

 

Tangis pilu Indah, kakak kandung M Dawam Mahmud saat mengenang dan kehilangan untuk selamanya, Sabtu (22/3). (Figur Ronggo Wassalim/Jawa Pos Radar Semarang)
Tangis pilu Indah, kakak kandung M Dawam Mahmud saat mengenang dan kehilangan untuk selamanya, Sabtu (22/3). (Figur Ronggo Wassalim/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Empat orang sekeluarga asal Semarang jadi korban meninggal dalam kecelakaan bus saat Umrah di Wadi Qudeid, Arab Saudi, Kamis (20/3/2025).

Dari 20 jemaah yang menjadi korban, enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 14 lainnya mengalami luka-luka.

Dari enam korban meninggal, empat di antaranya berasal dari Semarang yaitu M Dawam Mahmud bersama istrinya Sumarsih dan dua putrinya Areline Nawallya Adam dan Audrya Malika Adam. 

Jawa Pos Radar Semarang mengunjungi rumah duka di wilayah Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik Semarang.

Kakak kandung M Dawam yaitu Indah tak bisa menahan air matanya saat mmengenang adiknya.

Sabtu (22/3), para pelayat yang terdiri dari kerabat, warga sekitarpun merasakan duka cita mendalam.

"Adik saya ini orang yang baik, dan sempurna. Rumah ini baru direnovasi adik saya sebulan yang lalu," katanya sambil tersedu-sedu.

Ia juga mengenang Dawam saat bertemu di sebuah acara lomba lari.

"Beberapa waktu lalu juga ikut lari, kami berfoto bersama, Ya Allah dik, semoga khusnul khatimah," isaknya.

Seperti diketahui, Bus yang mengangkut jemaah umrah warga negara Indonesia (WNI) ludes terbakar usai terlibat kecelakaan di Wadi Qudeid, Arab Saudi, Kamis (20/3/2025) siang waktu setempat.

Empat dari enam orang jemaah asal Indonesia itu merupakan warga Kota Semarang dikabarkan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah tersebut. 

Sementara itu, suami Indah, Erma Rudita, menceritakan, saat diberi kabar duka, dirinya sedang berada di Jakarta.

"Kabar pertama yang kami terima dari pengurus lingkungan Semarang ini, ada kecelakaan di biro travel yang adik saya ikuti," jelasnya.

Kendati sudah ada identitas korban, dirinya masih tidak percaya.

"Pada pukul 03.30 atau mau sahur, kami baru mendapat kabar dari Kementerian Luar Negeri dan KBRI," jelasnya.

Sebelum keberangkatan umroh, Dawam berpamitan kepada kakaknya di Jakarta. 

"Kami tidak menyangka, jika terima kabar seperti ini, sehingga kami cek di KBRI dan Kementerian Luar Negeri memang meninggal," ujarnya.

Memang tidak ada firasat yang pasti, tetapi beberapa waktu lalu, anak bungsu Dawam, yakni Audrya Malika Adam saat dijemput dari sekolahnya yang berada di Tangerang, ia membawa karya lukisan. 

"Itu dapat apresiasi dari sekolahan, dia bilang Pakde ini lukisan saya, bagus tidak? Bisa disimpan pakde ya, padahal disitu ada bunda dan ayahnya," tandasnya.

Direncanakan, Dawam akan merayakan Idul Fitri di tanah suci.

"Setelah Idul Fitri kita rencanakan untuk kumpul, malah ini direncanakan dimakamkan di Arab sana," jelasnya.

Belum ada informasi resmi kejadian bus yang kecelakaan. "Kita hanya tahu dari media sosial saja," ujarnya. (fgr/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#umroh #KECELAKAAN #Arab Saudi #Bus