RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jelang Ramadan, Pemerintah Kecamatan Semarang Barat menggelar nyadran wilayah. Berziarah di lima makam. Mulai tokoh penyebar Islam hingga pendiri wilayah.
Puluhan perangkat dan 16 lurah se-Kecamatan Semarang Barat mengikuti ziarah lima makam tokoh.
Pertama, makam Mbah Kyai Jurumudi, nakhoda kapal Laksamana Cheng Ho hingga ke Semarang yang dimakamkan di Kelenteng Sam Poo Kong.
Dilanjutkan ke Mbah Biyet, yang merupakan sesepuh Kalibanteng Kidul. Lalu Soen An Ing atau Sunan Kuning di Kalibanteng Kulon.
Kemudian ke Mbah Sabardrono, pendiri Gisikdrono. Dan diakhiri di Mbah Kramat, Makam Sonolayu, Kelurahan Krapyak.
Di setiap tempat yang diziarahi, para perangkat dan lurah bertemu dengan warga, dan mendengar cerita sejarah dari makam-makam tokoh tersebut.
Camat Semarang Barat, Elly Asmara mengatakan, nyadran wilayah menjelang Ramadan ini sudah kali ketiga.
"Ini tradisi kita para perangkat kecamatan bersama para lurah untuk menziarahi para tokoh sesepuh di wilayah," jelasnya.
Elly menambahkan, tokoh-tokoh yang diziarahi merupakan tokoh penyebar agama Islam, pendiri wilayah, dan sesepuh berdasarkan sumber-sumber di wilayah. Sehingga, perlu memahami sejarah, sehingga tidak mudah terpecah belah.
Tujuan nyadran wilayah ini adalah meneladani, dan memberikan penghormatan para tokoh. Selain itu, nyadran ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai dan kelembagaan.
"Bisa semakin kompak, menyatukan kembali visi misi untuk meneruskan perjuangan beliau, sehingga menjaga kerukunan," jelasnya. (fgr/zal)
Editor : Baskoro Septiadi