Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jelang Ramadan, Ziarahi Tokoh Penyebar Islam hingga Pendiri Wilayah di Semarang Barat

Figur Ronggo Wassalim • Selasa, 25 Februari 2025 | 22:33 WIB
ERZIARAH: Camat Semarang Barat, Elly Asmara bersama para perangkat dan para lurah sekecamatan Semarang Barat menggelar nyadran wilayah di Makam Kiyai Jurumudi (Nahkoda Kapal Cheng Ho), areal Kelenteng
ERZIARAH: Camat Semarang Barat, Elly Asmara bersama para perangkat dan para lurah sekecamatan Semarang Barat menggelar nyadran wilayah di Makam Kiyai Jurumudi (Nahkoda Kapal Cheng Ho), areal Kelenteng

 RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jelang Ramadan, Pemerintah Kecamatan Semarang Barat menggelar nyadran wilayah. Berziarah di lima makam. Mulai tokoh penyebar Islam hingga pendiri wilayah.

Puluhan perangkat dan 16 lurah se-Kecamatan Semarang Barat mengikuti ziarah lima makam tokoh. 

Pertama, makam Mbah Kyai Jurumudi, nakhoda kapal Laksamana Cheng Ho hingga ke Semarang yang dimakamkan di Kelenteng Sam Poo Kong.

 Baca Juga: Semar Idol, Ajang Cari Bibit Penyanyi Di Tingkat Kelurahan. Ini Kata Camat Semarang Barat Elly Asmara

Dilanjutkan ke Mbah Biyet, yang merupakan sesepuh Kalibanteng Kidul. Lalu Soen An Ing atau Sunan Kuning di Kalibanteng Kulon.

Kemudian ke Mbah Sabardrono, pendiri Gisikdrono. Dan diakhiri di Mbah Kramat, Makam Sonolayu, Kelurahan Krapyak. 

Di setiap tempat yang diziarahi, para perangkat dan lurah bertemu dengan warga, dan mendengar cerita sejarah dari makam-makam tokoh tersebut. 

Camat Semarang Barat, Elly Asmara mengatakan, nyadran wilayah menjelang Ramadan ini sudah kali ketiga.

"Ini tradisi kita para perangkat kecamatan bersama para lurah untuk menziarahi para tokoh sesepuh di wilayah," jelasnya.

Elly menambahkan, tokoh-tokoh yang diziarahi merupakan tokoh penyebar agama Islam, pendiri wilayah, dan sesepuh berdasarkan sumber-sumber di wilayah. Sehingga, perlu memahami sejarah, sehingga tidak mudah terpecah belah.

Tujuan nyadran wilayah ini adalah meneladani, dan memberikan penghormatan para tokoh. Selain itu, nyadran ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai dan kelembagaan.

"Bisa semakin kompak, menyatukan kembali visi misi untuk meneruskan perjuangan beliau, sehingga menjaga kerukunan," jelasnya. (fgr/zal)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Kecamatan Semarang Barat #jelang ramadan #laksamana cheng ho #Kelenteng Sam Poo Kong