Gandeng PGN dan BRIN, Pemkot Semarang Kembangkan Padi Biosalin di Lahan Payau serta Terapkan Sistem Mina Padi Ikan Nila
Adennyar Wicaksono• Sabtu, 21 Desember 2024 | 23:24 WIB
SEBAR BENIH : Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebar benih padi Biosalin dan ikan nila di sawah air payau di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu.
RADARSEMARANG.ID, Semarang- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, bersama PT PGN, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengembangkan padi jenis Biosalin di lahan payau yang ada di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Sabtu (21/12/2024).
Program ini sendiri bagian dari Smart Farming Biosalin 1 dan 2, yang juga menggandeng kelompok Tani Sumber Rejeki. Dalam kesempatan itu, ada penebaran benih padi Biosalin, dan ikan nila air payau yang dikembangkan BRIN.
"Iki kita dibantu PGN dan dilakukan pendampingan selama satu Tahun di lahan seluas 20 hektar. Harapannya tentu masyarakat dan petani di wilayah pesisir sejahtera," kata Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir dalam penanaman Sabtu (21/12/2024)
Mbak Ita sapaannya, menjelaskan di lahan payau itu akan dilakukan sistem mina padi. Bibit ikan nila hasil riset BRIN juga ditebar, ikan ini sendiri bisa hidup dan tahan di air payau.
Mbak Ita menjelaskan, di Kecamatan Tugu saja ada 400 hektar lahan payau. Dia berharap kerjasama ini bisa dikembangkanebih besar lagi sehingga bisa menciptakan ketahanan pangan.
"Tadi juga ditebar bibit bila, harapannya bisa dikembangkan lagi, karena di Tugu saja ada 400 hektar lahan payau," jelasnya.
Sebelumnya Pemkot telah melakukan inventarisasi saluran dan pintu air yang digunakan untuk pertanian, dan saat ini sudah dilakukan revitalisasi.
"Kita sudah revitalisasi saluran dan pintu air, kalau bicara pertanian kan harus ada drainase dan air yang cukup," bebernya.
Pemkot kata dia, juga telah membuat embung dari geomembran untuk kebutuhan sawah di Kelurahan Mangunharjo. Nantinya Dinas Pertanian akan melakukan pendampingan sehingga Kota Semarang bisa menjadi wilayah swasembada pangan.
"Embung sudah dibangun untuk kebutuhan pertanian disini, harapannya tentu swasembada pangan sesuai program pusat," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Harry Budi Sidartha, menambahkan bagian dari CSR perusahaan bagi masyarakat sekitar, dengan memanfaatkan lahan tidur merupakan program yang selaras dengan pemerintah pusat terkait ketahanan pangan.
"Kita support benih dan pupuk, serta diberikan pendampingan setahun kedepan dengan harapan petani bisa lebih sejahtera," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pemanfaatan Riset Inovasi pada Industri BRIN, Mulyadi Sinung Harjono, menjelaskan dengan fasilitas dari Pemkot Semarang BRIN bisa menerapkan hasil riset yang dilakukan.
Dalam melakukan riset, lanjut dia, BRIN memiliki pusat riset dan Brida di daerah. Saat ini juga sedang dikembangkan padi varietas baru yang lahan terhadap hama.
"Salah satunya adalah riset ikan nila yang bisa hidup di air payau sehingga bisa mewujudkannya ketahanan pangan. Dengan lahan yang terbuka, harapannya masyarakat dan kelompok tani bisa menyerap hasil riset yang kami lakukan," ujarnya. (den)