Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

34 Orang Diperiksa Penyidik Polda Jateng Terkait Dugaan Perundungan Mahasiswa PPDS Anestesi Undip dr Aulia Risma Lestari

Muhammad Hariyanto • Selasa, 17 September 2024 | 21:47 WIB
Buku diary dr Aulia Risma yang ditemukan di kamar indekosnya di Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.
Buku diary dr Aulia Risma yang ditemukan di kamar indekosnya di Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemeriksaan saksi-saksi terkait pelaporan dugaan perundungan dan pemeriksaan buntut meninggalnya dokter Aulia Risma Lestari terus bertambah.

Sampai sekarang ini ada sebanyak 34 orang yang diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jateng. 

"Sampai dengan hari ini, kita dari Polda Jawa Tengah, penyidik sudah mengambil keterangan 34 orang saksi. Yang update terakhir pemeriksaan saksi terhadap teman teman seangkatan, para cif angkatan dan para bendaharanya," ungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (17/9/2024). 

"Kemudian data-data tersebut akan dilakukan, atau hasil pemeriksaan akan dilakukan analisa oleh para penyidik guna sinkronisasi keterangan 1 dengan yang keduanya," lanjutnya. 

Dokter Aulia Risma Lestari ditemukan meninggal di kamar rumah kos yang disewanya di daerah Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Senin (12/8/2024) malam. 

Meninggalnya korban diduga ada kaitannya dengan perundungan selama mengikuti PPDS Anestesi Undip Semarang di RSUP dr Kariadi Semarang. Selain dugaan perundungan, korban juga diduga mengalami pemerasan. 

Pihak orangtuanya, Nuzwatun Malinah melaporkan dugaan kasus tersebut ke Mapolda Jateng, didampingi pengacaranya, Misyal Achmad, pada Rabu (4/9/2024). 

Disisi lain, pihak Undip juga akhirnya buka suara menyampaikan pernyataan mengakui adanya dugaan kasus tersebut.

Atas hal ini, Kombes Pol Artanto mengapresiasi dengan langkah yang dilakukan pihak dari Undip.

"Pihak Polda mengapresiasi bagi pihak Undip dan Rumah Sakit Kariadi, karena pernyataan tersebut akan memperkuat proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini," ujarnya. 

"Semoga dengan statement atau pernyataan tersebut dapat membuka jalan bagi penyidik demi terangnya kasus ini," sambungnya. 

Baca Juga: Sebelum Meninggal, dr Aulia Risma Mentransfer Sejumlah Uang ke Beberapa Orang, Jumlahnya Cukup Besar

Menanggapi pihak Undip juga akan memberikan pendampingan kepada mahasiswanya yang diperiksa kaitannya pelaporan dari orang tua almarhum dokter Risma, Kabid humas menyampaikan akan memberikan fasilitas tersebut. 

"Pada prinsipnya pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi dari pihak Undip atau saksi dokter dari Undip, mereka akan didampingi. Kita akan memberikan fasilitas pendampingan bagi dokter tersebut," katanya.

Terkait adanya mengerucut adanya peningkatan saksi menjadi tersangka, pihaknya mengatakan proses penyelidikan masih terus dilaksanakan kepolisian.

Namun, Artanto juga belum bersedia menyampaikan dengan alasan penyelidikan dikakukan dengan kehati-hatian. 

"Namanya penyelidikan kan ada dinamika, dan substansi atau materi dari penyelidikan itu tidak disampaikan dalam kesempatan ini. Namun pada prinsipnya kita fokus, kita akan transparan dan kita menggunakan asas praduga tak bersalah. Serta prinsip kehati-hatian dalam proses penyidikan ini," bebernya. 

Meninggalnya dokter Risma juga ditemukan adanya aliran yang Rp 225 juta, yang dikeluarkan ke sejumlah penerima. Hal ini pun, Kabid Humas mengatakan masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman. 

"Kita masih melakukan analisa dan sinkronisasi dari bukti atau data yang telah diberikan oleh pelapor, dan itu akan kita kembangkan pada saat pemeriksaan terhadap para saksi saksi yang lain," katanya. 

"Salah satu yang rekan rekan tanyakan soal aliran dana, itu semua akan berproses, semua akan dilakukan pemeriksaan dan diteliti mendalam oleh para penyidik. Semua akan dilakukan proses penyelidikan," lengkapnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Aulia Risma Lestari #Polda Jateng #PPDS Anestesi Undip