Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pakai Pakaian Serba Hitam, Fakultas Kedokteran Undip Gelar Apel Pagi, Beri Dukungan Ke Dekan yang Diberbentikan Kemenkes Buntut Kasus dr Aulia

Ida Fadilah • Senin, 2 September 2024 | 17:58 WIB
Civitas akademika dan alumni FK Undip menggelar apel dan penolakan pemberhentian praktik sementara dr Yan Wisnu, Senin (2/9/2024). IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG
Civitas akademika dan alumni FK Undip menggelar apel dan penolakan pemberhentian praktik sementara dr Yan Wisnu, Senin (2/9/2024). IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar apel pagi dan kegiatan simpatik yang diikuti ratusan civitas akademika dan alumni FK.

Bertempat di Lapangan Basket FK Undip, mereka menggaungkan dukungan kepada Dekan FK Undip Yan Wisnu atas diberhentikannya praktik sementara di RSUP dr Kariadi. 

Para simpatisan menunjukkan tulisan "We Stand With dr Yan Wisnu". Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan menyematkan pita hitam di baju bagian dada sebagai tanda simpati terhadap terjadinya premanisme birokrasi. Juga terdapat karangan bunga ucapan turut berdukacita. 

Dalam sambutannya, Dekan FK Undip Yan Wisnu menyatakan kehadiran para simpatisan ini menunjukkan semua merupakan satu keluarga besar yang bersama mencintai rumah, institusi Undip. 

"Dinamika yang kita hadapi akhir-akhir jangan membuat patah semangat. Namun semakin mengingatkan kita untuk bersandar pada kekuatan Sang Pencipta," kata dia dalam sambutannya, Senin (2/9/2024). 

"Dan menjari momen untuk kita bangkit bersama menjalankan institusi dengan sebaik-baiknya dengan menciptakan lulusan-lulusan dokter, dokter spesialis, dokter sub sosialis, dokter gigi, ners, nutrition, ahli farmasi yang unggul," sambungnya.

Pada kesempatan ini, guru besar, rektorat, alumni melakukan orasi. Salah satunya Ketua Senat FK Undip Prof. Dr. dr. Tri Indah Winarni. 

Ia menuturkan, saat ini merupakan momentum untuk bersatu dan instropeksi diri. Kemudian soal kesetaraan.

Ia menegaskan pihaknya tidak pernah meminta aksi-aksi brutal yang dilakukan oleh civitas akademika Undip karena merupakan seorang pendidik, mempunyai beban moral untuk disampaikan kepada anak didik.

"Jadi arogansi bukan jad pilihan civitas akademika FK Undip. Negara ini adalah negara kita bersama, tidak menjadi negara kementerian tertentu," tandasnya. 

Kemudian dr Darwito sekarang Dirut RSA UGM,  mengajak melawan terhadap kebijakan yang dibuat Kemenkes maupun RSUP dr Kariadi.

Ia menyampaikan keprihatinan atas duka ini. Menurutnya, FK Undip dengan RSUP dr Kariadi tidak bisa dipisahkan. 

"Tapi hari ini kita harus lawan. Kita negera hukum harus berdasarkan aturan yang jelas, bukan berdasarkan kemauan Kementrian atau pribadi," lanjutnya. 

Menurutnya, surat-surat tersebut tidak ada dasar hukumnya bagaimana memutuskan kebijakan, produknya.

"Tidak ada dasar hukum dr Yan dihentikan secara sepihak. Hanya atas kemauan penguasa," tegasnya. 

dr Bambang Wibo alumni FK Undip juga turut menyuarakan. Menurutnya, RSUP Dr Kariadi tanpa Undip menjadi rumah sakit yang biasa saja. 

"Seluruh alumni siap membantu, skali lagi ini kita sedang diuji, dan kekayaan SDM Undip adalah bagian yang tidak bisa dikesampingkan oleh RSUP Dr Kariadi," terangnya. 

Ia mengajak senior dan guru besar mencari alternatif terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. (ifa/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#apel #FK Undip #RSUP dr Kariadi #kemenkes