RADARSEMARANG.ID, Semarang - Bertepatan dengan HUT RI ke-79 ini gelaran Bendungan Urban Downhill 2024 kembali digelar pada 17 - 18 Agustus 2024.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ketiga sejak 2022, 2023 dan 2024 ini memiliki track yang sangat menantang dan ekstrim.
Ratusan rider dari berbagai daerah se-Indonesia ini harus melewati jalur yang curam, penuh tikungan, dan penuh turunan tangga, serta jalan yang sempit.
Selain itu, lintasan yang berada di Sirkuit Kintelan Bendungan ini memiliki daya tarik tersendiri.
Karena para riders melewati pemukiman padat penduduk di RW 4, RW 3 dan sebagian RW 2, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur.
Para warga menyaksikan langsung para rider yang berusaha menaklukkan lintasan yang menantang ini.
Ananta Djawa, salah satunya. Rider asal Malang ini sudah mengikuti Bendungan Urban Downhill kali kedua.
Menurutnya, lintasan kali ini lebih menantang dibanding tahun lalu. Karena benar-benar curam, lebih ekstrim dan lebih seru.
"Joss yang baru, harus menguasai teknik," ujar atlet Nasional yang pernah menjuarai Kejurnas Banyuwangi ini.
Ananta, menambahkan persiapan sepeda harus lebih ekstra.
"Karena track yang full tangga, sehingga beberapa kerusakan pasti terjadi di sepeda," ujarnya.
Senada, Lurah Bendungan, Y.M Yonata Kristanto, menjelaskan Urban Downhill 2024 ini diperkenalkan track baru yang lebih menantang dan ekstrim.
Memiliki jarak 978 meter, sehingga masuk kategori urban downhill yang resmi.
"Para peserta memiliki masukan, agar track nya lebih menantang. Sehingga kita siapkan selama tiga minggu lalu," ujarnya.
Lurah yang akrab disapa Kabul Yonata itu menambahkan, para peserta yang berjumlah 112 riders ini harus memiliki kesiapan yang matang, perlu kecermatan, dan harus menguasai teknik saat mengendarai sepeda.
Kabul Yonata menambahkan, pada 17 Agustus 2024 lalu, diawali dengan Prestige lalu seeding run.
"Kemudian 18 Agustus ini diawali dengan Prestige kemudian final," jelasnya.
Urban Downhill 2024 ini memiliki 12 nomor dipertandingkan.
Yakni kelas Elite, Expert, Master A, Master B, Master C, Mater D, Man Youth, Pra Youth, Woman Open dan Man Local.
Kabul Yonata berharap Urban Downhill dapat diaplikasikan ke wilayah lain. Karena downhill ini memiliki keunikan tersendiri.
"Karena dekat dengan hotel, rumah sakit, tempat wisata, dan lainnya, sehingga ke depan kalau berbicara Urban Downhill berorientasi langsung ke Kota Semarang. Karena dengan bergerak bersama pasti bisa, mari semua memudahkan dan dimudahkan," harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Fravarta Sadman sangat mengapresiasi kegiatan Bendungan Urban Downhill 2024.
"Sangat keren, mudah-mudahan terus berlanjut, Insya Allah kami dari Dispora menganggarkan hadiah bagi para pemenangnya," jelasnya didampingi Camat Gajahmungkur, Puput Widhiatmoko Hadinugroho.
Dikatakan, Bendungan Urban Downhill 2024 sangat mendukung kegiatan positif, seperti membangkitkan perekonomian warga melalui UMKM, dan mengangkat okupansi hotel di sekitar.
Terutama mengangkat potensi sport tourism, karena mengangkat potensi kampung di Kota Semarang.
"Sebenarnya banyak jika dilakukan Urban Downhill, karena banyak kampung sejenis seperti Tembalang, dan Semarang Barat belakang Sam Poo Kong. Bendungan merupakan contoh adanya dukungan semua potensi yang ada, pasti bisa," jelasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi